alexametrics

958 Peserta Tes CASN Dinyatakan Gugur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 5.150 Peserta CASN Jateng sukses mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Seleksi berlangsung pada 6-13 Oktober di beberapa titik lokasi. Sebanyak 958 peserta yang tidak hadir dinyatakan gugur.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Wisnu Zaroh menyampaikan dalam sehari SKD dibagi menjadi 3 sesi. Sedangkan Jumat hanya 2 sesi saja. Tiap sesinya diikuti 400 peserta. Total keseluruhan sesi 17 selama delapan hari seleksi berlangsung.

“Nanti lima peserta yang terkonkonfirmasi covid akan kita jadwalkan untuk ujian susulan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tes SKD untuk CPNS dan PPPK Non Guru itu digelar dengan metode computes assisted test (CAT). Sehingga selama ujian berlangsung nilai ditayangkan melalui youtube channnel milik BKD Jateng secara streaming. Peserta dapat langsung mengetahui hasil dan posisinya setelah menyelesaikan tes.

Baca juga:  Unimus Berkomitmen Beri Kemudahan Fasilitas Biaya Pendidikan

Hasil sementara menunjukkan peserta CPNS dengan passing grade tertinggi 491 atas nama Nita Ardiyani dan nilai terendah 183. Skor maksimal CPNS yakni 550. Sedangkan passing grade tertinggi PPPK Non Guru 591 atas nama Rina Safitri. Nilai terendah 344. dan dengan skor maksimal PPPK Non Guru pada angka 690.

“Ada beberapa peserta yang kurang pandai membagi waktu, sehingga hanya fokus mengerjakan soal tertentu. Lalu soal TWk atau lainnya belum kepegang sampai waktunya habis,” jelas Wisnu.

Dikatakan beberapa formasi PPPK Non Guru kosong. Yakni 13 jabatan dengan 25 formasi yang kebanyakan dokter spesialis. Sedangkan untuk CPNS semua formasi terisi penuh. Hanya saja formasi rekam medis hanya ditempati satu peserta. Hal itu menjadi peluang emas bagi pelamar tersebut.

Baca juga:  Masuk Mal Harus Sudah Divaksin, Gubernur Ganjar: Sebenarnya Aturan Itu Nggak Fair

Setelah hasil diproses oleh pusat, para peserta yang lolos passing grade nantinya harus mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kelulusan ditentukan 40 persen dari hasil SKD dan 60 persen SKB. Para peserta masih perlu mempersiapkan diri.

Selama seminggu lebih pihaknya memfasilitasi peserta dengan optimal. Prokes dan pengecekan syarat dilakukan satu arah agar tak menimbulkan kerumunan. Wisnu juga memberikan perlakuan khusus untuk difabel, ibu hamil, dan obesitas. Sehingga mereka tak kesulitan mengikuti prosedur tes yang berlaku.

“Mereka kami beri tempat ujian terdekat dan pendampingan khsusus. Sampai ada juga yang habis tes, malamnya melahirkan. Ini saya dikabari, dia berterimakasih dengan panitia penyelenggara,” tandasnya. (taf/ida)

Baca juga:  Perpanjangan SIM Bisa lewat Handphone, Simak Caranya

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya