alexametrics

Perkuat Aktor Daur Ulang, Optimalkan Pengelolaan Sampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Yayasan Bintari berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat selaku aktor daur ulang dengan mengoptimalkan pengelolaan sampah. Untuk itu, Bintari membekali 270 peserta dari perwakilan 150 bank sampah dan 22 TPS 3R di Kota Semarang dalam workshop.

Dalam hal ini, Bintari juga bekerja sama dengan DLH Kota Semarang. Pasalnya misi yang dibawa sejalan dengan upaya pengurangan sampah dari hulu oleh DLH. Kepala DLH Kota Semarang Sapto Sugihartono mendorong stakeholder di tingkat kelurahan juga dapat mengambil peran.

“Harapan kami dengan peran TPS 3R di Kota Semarang, tidak ada sampah yang keluar dari kelurahan. Sampah yang dibuang ke TPA hanya sampah residu.” lanjut Sapto.

Baca juga:  Gubernur Ganjar Siapkan Skema Entaskan Kemiskinan di Lima Kabupaten

Untuk itu Sapto tak hanya menekankan penuntasan soal pengelolaan sampah. Namun pada pengurangan timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat. Ia sangat mendukung upaya Bintari untuk terus mengedukasi para aktor daur ulang.

Permasalahan yang dihadapi TPS 3R masih berkutat pada pemilahan sampah dari rumah tangga yang belum optimal. Lalu pengangkutan yang terkendala karena jumlah petugas yang terbatas serta prasarana yang tidak memadai.

“Tak sedikit warga yang mengeluh ketika diminta memilah sampah dari rumah, karena dianggap terlalu merepotkan,” papar Suharto Setyo, ketua TPS 3R Ngudi Kamulyan itu.

Feri Prihantoro, project coordinator Program Penyiapan Masyarakat dalam Kolaborasi Pengelolaan Sampah (PILAH-2) Bintari menyebutkan, workshop PILAH kali ini fokus memperkuat kelembagaan pengelolaan sampah. Sehingga pengelolaan dan daur ulang sampah terus berjalan dan berkembang. “Gimana supaya TPS atau bank sampah itu bisa sustain, atau bisa meningkatkan potensi sampah di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Baca juga:  Ganjar Jadi Keroyokan Pengunjung Apkasi Otonomi Expo 2022

Bila kelembagaan dinilai matang, maka pengelola dapat bekerja sama dengan hotel atau kafe di sekitarnya. Hal itu meningkatkan pendapatan pengelolan sekaligus mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA Jatibarang. Tentu saja itu menjadi nilai positif bagi kedua pihak.

Workshop bertema Mengembangkan Konsep Operasional Pengumpulan dan Daur Ulang Sampah yang Efektif itu didukung oleh the Rethinking Plastics Program dari Uni Eropa dan GIZ. Pelatihan digelar selama dua hari, 11-12 Oktober di Hotel Grasia. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya