alexametrics

Gus Yasin: Kenakan Batik Bentuk Bangga Warisan Nenek Moyang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Membiasakan diri mengenakan batik adalah bentuk kebanggaan terhadap warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Terutama untuk masyarakat Jateng. Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga sudah membiasakan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenakan batik.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen saat membuka acara perayaan ‘Virtual Hari Batik Nasional 2021, Batik : Karsa Adhikari, Gelaran Unesco-Citi Indonesia’ Sabtu (2/9/2021).

“Kami sudah mengajak kawan-kawan ASN di lingkungan Pemprov Jateng untuk mengenakan batik. Setiap Selasa memakai batik lurik. Hari Rabu, memakai (kemeja) batik. Hari Kamis memakai baju adat, namun ada modifikasi, pakaian adat dengan motif batik. Ternyata bisa lebih berwibawa lagi, lebih keren lagi,” kata Gus Yasin -sapaan akrab wagub.

Ajakan untuk mengenakan batik di lingkungan Pemprov Jateng tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap budaya di Indonesia. Apalagi, batik sudah diakui oleh Unesco sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Baca juga:  Berulah di Lapas, 44 Napi Dipindahkan ke Blok Khusus

Sehingga bentuk kebanggaan terhadap batik yang dapat dilakukan adalah dengan mengenakannya. “Maka mengenakan batik ini, sebagai bentuk rasa bangga akan warisan nenek moyang yang telah mendunia,” tambahnya.

Tak hanya itu, imbuh wagub, dengan mengenakan batik, masyarakat dapat mempelajari filosofi ajaran nenek moyang, melalui corak dan motifnya. Pada momen tersebut,

Gus Yasin juga menyampaikan, batik saat ini sudah memiliki pangsa pasar yang bagus di level nasional maupun internasional. Hal tersebut dapat terus ditingkatkan, mengingat banyak anak muda yang juga gemar mengenakan batik.

Meski demikian, wagub mengingatkan perajin batik agar memperhatikan limbah. Jangan sampai limbah menjadi persoalan karena tidak dikelola secara bagus.

“Untuk menghindari limbah yang berlebihan, maka ayo buat batik dengan bahan pewarna alami, agar lebih ramah lingkungan,” tandasnya.

Pada kesempatan lain, Gus Yasin menyempatkan diri melihat langsung produksi batik di salah satu UKM Batik di Kecamatan Patebon.

Baca juga:  Pembebasan Lahan Tambak Terdampak Proyek Tol Semarang-Demak Alot

“Tujuan saya datang ke Batik Widji Astuti ini. Ibu Widji ini mengikuti pelatihan (Batik) tahun 2001. Sekarang sudah punya 50 orang rekan bekerjasama membuat batik. Jadi ada warga yang dilatih, kemudian diajak bekerja membuat batik. Yang menarik, setiap karya yang dibuat tadi langsung dia bayar, saya mengapresiasi ini,” ujarnya.

Taj Yasin menambahkan, dirinya sangat tertarik dengan batik yang menggunakan pewarna lumpur dari Batik Widji. Pewarna alam tersebut sangat menarik dan memiliki ciri khas.

“Bu Widji terinspirasi dari orangtuanya. Jadi katanya dulu, setiap orang tuanya pulang dari sawah, celananya selalu ada sisa lumpur dan ngecap. Akhirnya dia ambil (idenya) dan dikemas. (Ini) aman dan ramah lingkungan, saya beli satu tadi,” jelasnya.

Lebih jauh, Wagub mengimbau kepada perajin batik yang belum memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar segera membuatnya. Dia melarang para perajin batik membuang limbah batik khususnya yang menggunakan pewarna sintetis ke sungai.

Baca juga:  Soal Pungli di Sekolah, Ganjar: Sudah Ada yang Lapor

“Untuk perajin batik lainnya, terutama yang menggunakan pewarna alam tidak masalah. Tapi kalau menggunakan pewarna sintetis tidak boleh dibuang di sungai, harus ada IPAL-nya,” tandasnya.

Sementara itu, Widji Astuti mengaku senang dikunjungi langsung oleh orang nomor 2 di Jateng. Menurutnya, kunjungan tersebut sangat memberikan dorongan semangat untuk berkarya lebih besar lagi. “Saya senang dan tidak menyangka bisa dikunjungi oleh Pak Taj Yasin. Ini menjadikan semangat bagi saya untuk terus maju,” katanya.

Widji menambahkan, dia membangun usaha batik mulai dari nol. Sebelumnya, dia mencari nafkah sebagai seorang penjahit. Kemudian, mulai banyak orang yang menanyakan kain batik kepadanya. “Sampai akhirnya saya beranikan diri membuat batik. Alhamdulillah bisa berjalan,” tutupnya. (akr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya