alexametrics

Teknologi Artificial Intelligence Tingkatkan Hasil Tani Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak para stakeholder dan petani mengoptimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan hasil pertanian di Jateng.

Dengan mendata perkembangan hasil tani yang berlangsung di Sistem Informasi Geografis (SIG), Ganjar dapat memetakan kebutuhan sekaligus memperkirakan jumlah panen. Ia meminta petani rutin melakukan update di sistem agar langsung terekam di data base. “Bawang merah, bawang putih, porang, pokoknya tiap orang nanem, lapor!” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari pemanfaatan AI, agrobisnis Jateng dapat terkontrol dengan baik. Ia dapat membaca data untuk memperkirakan perkembangan hasil tani. Lalu dapat mengetahui proses dan menyediakan pemenuhan kebutuhan pokok petani seperti pupuk.

Baca juga:  Selalu Diberi Janji Manis, Guru Honorer Hanya Digaji Rp 150 Ribu

Ganjar juga menekankan pengecekan distributor untuk memastikan ketersediaan pupuk. Penyuluh pun harus mendampingi petani dan mengetahui kesulitan yang dialami. Sehingga peoduksi pangan terpantau dan distribusi pupuk merata. “Kalau sampai pupuk langka, tak pecat!” tandasnya dalam talkshow virtual bertemakan pertanian yang berdikari.

Selain itu, pihaknya dapat memperkirakan jumlah hasil tani yang akan dipanen secara rutin. Kemudian melihat bila hasilnya dapat mencukupi kebutuhan lokal penduduk Jateng.

Apabila masih ada sisa produksi hasil tani, pihaknya akan memanfaatkan peluang perdagangan antardaerah. Ia dapat menjualnya keluar daerah yang membutuhkan bahan pangan dan sulit untuk memproduksi sendiri, seperti DKI Jakarta. “Kan nggak mungkin Pak Anies nanam sayur sama cabai di Monas,” ujar Ganjar.

Baca juga:  Industri Kreatif Penopang Perekonomian di tengah Pandemi

Lebih lanjut, ia juga mendorong para petani untuk memanfaatkan teknologi yang lebih canggih untuk mempermudah pekerjaannya. Menggantikan cangkul dan kerbau dengan traktor. Lalu panen yang biasanya memakai ani-ani dengan combine harvester. “Jadi kan anak muda bangga dan bisa menikmati kerjaan tani,” imbuhnya.

Dengan upaya tersebut, proses yang berlangsung terpantau, kualitas pun bagus. Selanjutnya hanya perlu meningkatkan entrepreneurship. Bila para petani muda berkelompok dengan kuat, maka negosiasi dagang akan ikut menguat. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya