alexametrics

Dorong Kreativitas Konten Kreator Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Konten Kreator menjamur di berbagai platform, seperti Youtube, Instagram, dan Tiktok. Di samping pekerjaan formal, konten kreator menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bila ditekuni. Untuk mendorong kreativitas konten kreator (content creator) Jateng, Disnakertrans mengundang salah seorang konten kreator berbagi kisah suksesnya.

AIPDA Herman Hadi Basuki awalnya sering membuat konten video karena pekerjaannya sebagai humas di kepolisian. Setelah bosan dengan format video yang monoton dan membosankan, ia mencoba memasukkan unsur komedi dalam kontennya. Tak disangka konten itu viral dan menyebar dengan cepat. Setelah seribu subscriber dan empat ribu jam tayang, kontennya dapat diuangkan.

“Saya kan bosan dengan video sosialisasi. Waktu saya pakai konsep komedi ternyata menarik. Saya saja kaget pas lihat banyak yang share video saya di mana-mana,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Rosellasari sangat mendukung anak muda untuk terus berkarya. Pasalnya dari 17,70 juta jumlah penduduk bekerja, sebanyak 62 persen bekerja di sektor informal. Termasuk di dalamnya konten kreator. Bila ditekuni dengan baik, pekerjaan tersebut dapat mengurangi angka pengangguran.

Baca juga:  3.945 Peserta dari Tujuh Daerah SKB di Semarang

Di masa lampau anak-anak mendengar profesi yang dicita-citakan seperti polisi, guru, dokter, dan tentara. Namun saat ini karya pekerja seni dan konten kreator terbukti mengambil hati anak-anak dan remaja. Tak sedikit di antara mereka yang ingin menjadi Youtuber, ilustrator, dan konten kreator. “Memang sekarang kita bisa memanfaatkan semua platform untuk berkarya,” kata Herman.

Namun di samping itu, lanjutnya, karya yang dihasilkan harus berbeda dari yang lain. Atau dengan memiliki keunikan tersendiri. Bahkan seorang teman, peternak sapi saja dapat menjadikan kegiatannya sebagai konten menarik. Tak kalah penting nilai edukasi yang diselipkan di dalamnya. Menambahkan kearifan lokal (local wisdom) juga dapat menambah ciri khas konten.

Baca juga:  Punya Penyakit Bawaan Diimbau Tak Kelayapan

“Mulai dari video pendek yang kreatif dan menarik, jangan iri sama orang lain apalagi artis yang udah jutaan viewers. Kuncinya buat konten otentik dan berkarakter, lalu konsisten,” jelasnya.

Dikatakan, creator bisa membagikan video ke teman dan keluarga. Bila memang bagus, dengan sendiri orang lain akan menyukai dan berlangganan atau subscribe. Selain itu, tak perlu ragu memulai dengan peralatan yang dimiliki. Tak perlu menunggu alat mahal dan jago mengedit. “Mulai saja dulu, evaluasi bisa sambil jalan dan berprogres. Jangan mengejar jam tayang dan subscriber. Tapi fokuslah membuat karya yang bagus, otentik dan menarik. Maka orang-orang akan datang dengan sendirinya untuk menonton,” tutupnya. (taf/ida)

Baca juga:  Jalan Tol Banyak Lubang, Ganjar: Segera Perbaiki

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya