alexametrics

Perbanyak Call Center Sampai ke Level Desa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah untuk tetap siaga karena kondisi Covid-19 di Jateng masih belum baik.

Salah satunya yang dipersiapkan adalah memperbanyak call center sampai ke level kabupaten/kota dan desa. Call center penanggulangan Covid-19 yang dibuat oleh Pemprov Jateng sejauh ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi. Misalnya terkait vaksin, mencari oksigen dan tempat pengisian oksigen terdekat, mencari tempat tidur rumah sakit dan tempat isolasi.

“Soal keluhan identitas tidak sesuai sehingga tidak bisa mendapatkan hak BPJS dan macam-macam. Soal mengisi oksigen terdekat juga ditanyakan,” kata Ganjar.

Selain memperluas call center penanggulangan Covid-19, Ganjar juga meminta agar disiapkan call center untuk UMKM. Itu untuk membantu UMKM yang merasa terdampak dan kesulitan. Juga kesiapan untuk membuat call center tenaga kerja untuk menampung laporan-laporan terkait ketenagakerjaan selama pandemi ini.

Baca juga:  Psikolog Jateng Teregister dalam Website Himpsi

“Satu lagi saya sedang minta dibuatkan kotak untuk call center khusus Dinsos. Karena banyak orang yang dulu dapat menjadi tidak dapat (bantuan). Kemudian ada yang double, dan ada yang bertanya kok sampai hari ini belum dapat, apakah masih menunggu. Ini yang kita pakai untuk membantu mereka,” jelasnya.

Adapun selama diterapkan PPKM Level di Jateng, Ganjar mengakui beberapa wilayah memang membaik tetapi secara keseluruhan belum baik-baik saja karena penambahan kasus secara keseluruhan di Jateng masih cukup tinggi. Untuk itu, semua kepala daerah di Jateng diminta untuk tetap waspada. “Perubahan di beberapa wilayah membaik, umpama yang di Kudus Raya membaik tetapi di Soloraya kan belum baik, Semarang juga masih on/off terus,” katanya.

Baca juga:  Fraksi PPP Jateng Soroti Kasus Kekerasan Anak

Ganjar menambahkan, ketika PPKM Level diterapkan memang terjadi perubahan suasana. Masyarakat merasa saat ini sudah boleh duduk, boleh jalan, dan boleh mengikuti aktivitas secara terbatas. “Menurut saya, itu kalau tidak dikontrol akan kebablasan. Dikarenakan kondisi ini belum baik maka kita tetap harus disiplin,” katanya. (kom/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya