alexametrics

27 Pintu Tol Ditutup Total, Kendaraan Tanpa Stiker Khusus, Diputar Balik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah menyediakan enam ribu stiker terkait penutupan 27 pintu tol (exit toll) mulai Jumat (16/7/2021) hari ini pukul 00.00. Stiker tersebut hanya ditempelkan khusus di kendaraan sektor esensial dan kritikal.

“Kita menyiapkan pembatasan enam ribu stiker untuk roda empat, roda dua, dan roda enam. Kebanyakan mungkin roda dua,” ungkap Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafiruddin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (15/7/2021).

Penempelan stiker ini untuk memudahkan petugas terkait pemeriksaan dan mengantispasi timbulnya antrean. Menurutnya, pengendara yang tidak terlihat tertempelnya stiker akan diputar balik.

“Kebutuhan masing-masing bervariasi, menyesuaikan tingkat kepadatan aja. Kendaraan lain tidak bisa masuk, (stiker) hanya esensial dan kritikal,” tegasnya.

Baca juga:  Sentra Akik Pasar Dargo Sepi, Pedagang Menjerit

Tidak hanya exit toll, jalan arteri termasuk jalan tikus yang masuk ke Jawa Tengah juga ditutup, dan dijaga petugas. Pihaknya memastikan tidak adanya pengendara yang nekat membuka penutup jalan dan menerobos masuk. “Gak ada yang bisa membuka, kan dijaga (petugas) 24 jam,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy menerangkan, kendaraan sektor kritikal yang boleh melintas, yaitu bidang kesehatan, keamanan, penanganan bencana, energi, logistik, distribusi, industri makanan, petrokimia, semen, objek vital, proyek strategis, konstruksi, listrik, dan sampah. Sedangkan kendaraan sektor esensial yang diperbolehkan di bidang keuangan, perbankan, pasar modal, teknologi informasi, komunikasi, hotel non karantina, serta industri ekspor.

Baca juga:  Jinakkan Macan Putih 3-0, Mahesa Jenar Pertahankan Rekor Belum Terkalahkan di Liga 1

“Nanti akan diberikan tanda berupa stiker. Bahwa ini adalah kendaraan dari sektor tertentu,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di sektor esensial maupun kritikal supaya membawa surat tugas maupun surat jalan. Tujuannya, agar bisa terpantau petugas di penyekatan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, perlunya dilakukan rekayasa lalu lintas yang matang. Terkait pemeriksaan yang dilakukan selama penutupan meliputi surat vaksin, surat swab 1 kali 24 jam, dan PCR 2 kali 24 jam.

“Bila mereka tidak memiliki wajib diputar balik. Semua kita perketat kembali dalam rangka kurangi mobilitas, kecuali benar-benar bekerja di esensial dan kritikal, tentu dengan administrasi ketentuan yang diatur di Surat Edaran Mendagri Nomor 15 Tahun 2021,” tegasnya.

Baca juga:  Terdampak Banjir Rob Semarang, 13 Perusahaan di Tanjung Emas Belum Beroperasi

 

Kapolda berpesan, kepada petugas gabungan yang melaksanakan tugas penyekatan agar melaksanakan tugas dengan tegas, namun tetap humanis. Selain itu, masyarakat ataupun pengendara supaya tertib dan patuh terkait kegiatan penutupan ini.

Sementara itu, selama PPKM Darurat dan pemadaman lampu jalan setiap malam, kawasan Simpang Lima  Kota Semarang tampak lengang. Petugas melakukan penyekatan di seluruh jalan menuju jantung Kota Semarang ini. Simpang Lima yang setiap harinya dipadati kendaraan dan wisatawan kemarin terasa kontras. Penutupan akses menuju Kota Semarang diperkirakan akan menambah jalan-jalan protokol semakin lengang. (mha/aro)

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya