alexametrics

Gas Lur! Rekrutmen CASN Pemprov Jateng Dimulai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pengumuman rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) telah dimulai. Namun masyarakat diimbau untuk tidak gampang percaya pada oknum yang menjanjikan dapat menembus jalur pintas menjadi abdi negara.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng Wisnu Zaroh, menanggapi fenomena calo yang menjanjikan bisa mengangkat seseorang menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dia katakan, setiap kali lowongan abdi negara diselenggarakan, ada saja warga yang mengadukan adanya Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu ke kantornya.

“Makanya, jangan percaya pada siapapun yang bilang mampu menembus panitia dan diterima sebagai CASN. Itu bohong. Faktanya, dua kali penyelenggaraan seleksi, ada saja yang membawa SK tetapi palsu. Masyarakat jangan percaya iming-iming mereka yang menjanjikan bisa memasukkan sebagai CPNS atau PPPK. Tidak ada yang bisa, kecuali kemampuan anda sendiri,” urainya, Selasa (6/7/2021).

Ia memberikan contoh, banyak di antara putra pejabat di lingkungan Pemprov Jateng yang mendaftar seleksi, tapi tidak lolos. Hal itu mengindikasikan, proses seleksi tersebut bersifat netral dan tidak dapat diintervensi siapapun, bahkan pemangku jabatan.

Baca juga:  Ganjar : Diobong Ora Kobong Disiram Ora Teles

Wisnu menjelaskan, untuk tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memperoleh kuota CASN sebanyak 11.648 lowongan. Dari kuota tersebut, sebanyak 301 lowongan CPNS, terdiri atas 291 lowongan tenaga teknis, dan tiga lowongan tenaga kesehatan.

Sementara, sisanya sebanyak 11.347 lowongan adalah untuk PPPK. Terdiri atas, 10.819 lowongan untuk tenaga guru, 294 lowongan tenaga teknis, dan 525 tenaga kesehatan.

Sedangkan, jumlah formasi untuk seluruh kabupaten/kota dan Pemprov Jateng sebanyak 80.396. Terdiri atas formasi CPNS sebanyak 10.233 formasi (umum 6.501, umum dapat diisi disabilitas 3.386, cumlaude 136, dan khusus disabilitas 210). Sementara formasi PPPK sebanyak 70.163 formasi, terdiri atas PPPK guru 66.866 dan PPPK jabatan fungsional 3.297. Formasi selengkapnya bisa diakses di https://bkd.jatengprov.go.id/article/view/862.

“Selanjutnya pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman https://sscasn.bkn.go.id. Adapun dokumen yang perlu disiapkan pelamar untuk diunggah ke dalam portal SSCASN di antaranya, scan KTP asli, foto, swafoto, ijazah dan transkrip nilai asli, serta beberapa dokumen pendukung lainnya yang dipersyaratkan, yang dapat dilihat dalam pengumuman,” jelas Wisnu.

Baca juga:  UKM Virtual Expo II Diramaikan 152 Toko Online Jateng

Disebutkan, ada dua jenis formasi yang dibuka pada CPNS tahun 2021 ini. Pertama formasi umum dan formasi khusus, yang meliputi cumlaude serta disabilitas. Pada tahun ini, dari 301 lowongan CPNS Pemprov Jateng, 289 untuk formasi umum, enam untuk formasi cumlaude dan enam untuk formasi disabilitas.

Adapun, seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non-Guru tahun 2021, panitia akan tetap menyediakan layanan masa sanggah pada dua kali kesempatan. Yakni setelah pengumuman hasil seleksi administrasi dan setelah integrasi nilai SKD dan SKB sebelum pengumuman akhir hasil seleksi. Setiap peserta dapat menggunakan layanan masa sanggah ini, melalui portal SSCASN di masing-masing akun peserta.

Dijadwalkan, proses pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK Jateng 2021 dimulai dari proses pengumuman dan pendaftaran pada tanggal 6-21 Juli 2021. Seluruh pendaftaran seleksi akan dilakukan melalui satu portal SSCASN yang diintegrasikan dengan sejumlah data. Data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Data Guru Non-ASN dan lulusan PPG untuk pelaksanaan seleksi PPPK Guru yang bersumber dari Kemendibudristekdikti dan Data Tenaga Honorer K2 BKN. Data Akreditasi Program Studi maupun Akreditasi Universitas dan Lembaga Pendidikan Tinggi yang dikelola oleh Kemendiburistekdikti dan terintegrasi dengan Surat Tanda Registrasi (STR) untuk formasi Tenaga Kesehatan yang dikelola Kementerian Kesehatan.

Baca juga:  Waduh, 12 Warga Asing Langgar Administrasi Keimigrasian

“Perlu kami sampaikan, sebelum melakukan pendaftaran masyarakat diharapkan terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang pada portal SSCASN,” sebutnya.

Jika, hal tersebut tidak dapat memberikan jawaban atas persoalan pendaftaran, panitia menyediakan kanal helpdesk daring dalam portal yang dapat dijadikan sebagai media pengaduan.

“Guna menghindari terjadinya ketidakpuasan dalam putusan hasil seleksi administrasi yang diterbitkan instansi, pelamar diimbau untuk mempersiapkan dokumen-dokumen dengan baik dan hanya mengunggah dokumen yang sesuai dengan persyaratan,” pungkas Wisnu. (kom/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya