alexametrics

Zona Merah Bertambah, Gubernur Ganjar: Saya Minta Mikrozonasinya Dipelototin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh kabupaten/kota zona merah melakukan mikro lockdown. Hal itu menyusul terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Jateng dalam beberapa minggu terakhir.

Sedangkan daerah zona merah di Jateng bertambah dari delapan menjadi 13. Daerah-daerah itu di antaranya Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang.

“Semua saya minta standby. Apapun namanya, kalau kita lihat trennya ini ada peningkatan. Kita sedang tidak baik-baik saja, maka semua harus mawas diri dan mengantisipasi,” kata Ganjar usai rapat percepatan penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (21/6/2021).

Pengetatan-pengetatan di seluruh daerah di Jateng khususnya yang masuk zona merah harus dilakukan. Pihaknya telah mengirimkan surat edaran (SE) terkait pengetatan-pengetatan itu.

Baca juga:  Jateng Siaga Hadapi La Nina Desember Mendatang

“Saya minta mikrozonasinya dipelototin. Bahkan kita sekarang sudah sampai lockdown mikro. Saya sudah sampaikan pada teman-teman bupati/wali kota tidak usah ragu. Begitu di situ ada daerah yang menunjukkan data epidemologis tinggi, langsung kunci. Sebanyak-banyaknya tidak apa-apa,” tegasnya.

Seluruh daerah zona merah, lanjut Ganjar, harus menerapkan lockdown mikro itu. Dengan begitu, maka mobilitas warga bisa ditekan sehingga penanganan bisa optimal.

Selain itu, pelaksanaan PPKM mikro saat ini harus dilaksanakan lebih detail. Daerah zona merah harus menutup tempat-tempat wisata, tempat keramaian dan menganjurkan ibadah di rumah saja.

“Tempat keramaian, toko harus dibatasi sampai pukul 21.00. Saya terimakasih, beberapa kabupaten/kota sudah menggelar aksi di rumah saja. Ini akan kami buat rutin, dan nanti akan ditambah pelaksanaannya,” ucapnya.

Baca juga:  BPR Arto Moro Bantu UMKM Bangkit

Selain perintah untuk melakukan lockdown mikro, Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati/wali kota untuk terus melakukan peningkatan tempat tidur, baik ICU dan isolasi di rumah sakit hingga tempat isolasi terpusat. Jika ada yang kesulitan, ia meminta agar segera koordinasi dengan Pemprov Jateng.

“Penambahan tempat tidur di Jateng sudah berjalan. Tadi dalam rapat dengan Kemenkes disebutkan bahwa penambahan tempat tidur isolasi di Jateng tertinggi, mencapai 40 persen. Sekitar 3000-an tempat tidur yang berhasil ditambah,” ujarnya.

Termasuk langkah antisipatif lain yakni pembuatan rumah sakit darurat. Ganjar mengatakan, ada daerah yang telah mengusulkan skenario rumah sakit darurat dan untuk penanganan Covid-19 di sana.

“Kami minta disiapkan dan dihitung betul, kami akan dukung. Saya minta kalkulasi untuk penyiapan SDM tenaga kesehatan (nakes)-nya, peralatannya dan lainnya. Saat ini, rumah sakit darurat yang sudah ada di Solo, dan yang baru mengusulkan dari Banyumas,” katanya.

Baca juga:  Museum Ranggawarsita Tunggu Instruksi untuk Beroperasi Lagi

Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati/wali kota melakukan kesepakatan-kesepakatan bersama. Tidak boleh ada perbedaan kebijakan dalam penanganan Covid-19 ini.

“Penting antarkabupaten/kota dalam satu regional, punya keputusan politik dan konsensus yang sama. Kalau misalnya satu daerah tempat wisata dan kerumunan ditutup, daerah lain juga harus mengikuti. Jangan sampai satu melarang, satu mempersilahkan,” pungkasnya. (kom/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya