alexametrics

Datangi Kantor Gubernur, Warga Wadas Tolak Tambang Quarry

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Belasan pendemo menggelar aksi tolak pertambangan di Wadas Purworejo dan Balong Jepara, di depan kantor gubernuran, Senin (21/6/2021) kemarin. Aksi tersebut diikuti para aktivis lingkungan dari Walhi Jateng, LBH Semarang dan warga Wadas, Purworejo.

Pukul 13.00 belasan pendemo berbaris sambil membawa spanduk yang menyatakan penolakan tambang. Baik penambangan quarry di Desa Wadas Purworejo maupun penambangan pasir di Balong Jepara. Lalu orator dengan lantang berorasi menggunakan pengeras suara.

Kepala Divisi Advokat LBH Jogjakarta Julian Dwi Prasetya selaku kuasa hukum warga Wadas mendampingi mereka untuk meminta keterbukaan informasi publik mengenai Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang telah berakhir 5 Juni lalu. Namun hingga kini pihaknya tak diberi kepastian oleh Gubernur Jateng.

Baca juga:  Nekat Buka, Warnet Disegel Satpol PP

“Warga Wadas menolak rencana pertambangan batuan andesit di Desa Wadas sebagai bahan material Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener sebelum terbitnya Surat Keputusan Izin Penetapan Lokasi 2018,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Azim Muhammad, warga Wadas membenarkan hal tersebut. Ia mengaku warga Wadas sejak awal menolak pertambangan batu quarry. Apalagi sejak terbitnya Amdal Bendungan Bener, Maret 2018 menargetkan Desa Wadas untuk penambangan quarry, perjuangan warga meningkat.

Mereka membentuk organisasi Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa). Lalu warga aktif menggelar aksi protes mulai dari BBWSSO, Bupati Purworejo hingga Kantor Gubernur Jateng. Di samping itu, mujahadah rutin dilakukan oleh warga desa agar penolakan dilancarkan Tuhan. Kekayaan alamnya pun dapat terselamatkan dari kerusakan yang ditimbulkan akibat penambangan.

Baca juga:  Ajak Pilah Sampah Jadi Lifestyle

“Sejauh ini aksi kami didiamkan saja oleh pemerintah. Tapi kami masih rutin bermujahadah setiap minggu, bahkan ditingkat RT hampir setiap hari. Semoga izin tidak diterbitkan lagi oleh Guberur Ganjar Pranowo agar Wadas tetap lestari,” katanya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya