alexametrics

Tak Tertib Prokes, Izin Operasi Objek Wisata Bisa Dibekukan

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemprov Jateng melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sudah mempersiapkan tim khusus pemantau objek wisata yang beroperasi pada lebaran mendatang. Seperti diketahui, meski mudik dilarang, Pemprov Jateng mempersilakan pengelola wisata untuk beroperasi.

Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Rachmadi mengatakan, pihaknya memang mengizinkan kepada para pengelola objek wisata untuk beroperasi saat lebaran ini.

Tentunya, teknisnya tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. “Kemudian juga jumlah pengunjung dikontrol, maksimal 50 persen lebih sedikit dari jumlah hari biasa sebelum pandemi,” ujar Sinoeng kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (4/5/2021).

Ia mengatakan, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan ketat, di tempat wisata akan dilakukan penandatanganan surat perjanjian bersama pelaku usaha wisata. Bahkan, apabila dalam praktiknya pengelola melanggar surat perjanjian tersebut, sanksi yang diberikan sampai dengan pencabutan izin operasional.

“Kita akan lakukan dengan betul-betul terukur, nanti kalau ada yang melanggar, siap ditutup,” ucapnya.

Tidak hanya itu, setiap tempat wisata diharapkan membentuk tim satuan tugas untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, untuk menjaga penerapan protokol kesehatan di tempat wisata, maka pembatasan kapasitas pengunjung sebanyak 50 persen akan diterapkan. Jika melihat pergerakan jumlah pemudik yang sudah masuk ke Jateng, diperkirakan akan terjadi lonjakan pengunjung di destinasi wisata.

“Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegah persebaran Covid-19, serta telah ada antisipasi di setiap posko perbatasan dengan melakukan tes cepat antigen,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, saat ini sektor ekonomi sudah perlahan bergerak dan mulai beradaptasi dengan situasi pandemi. Karena itu, opsi untuk menutup objek wisata di Jateng saat libur di kala mudik dilarang tidak muncul selama protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik.

“Ekonomi kan sudah mulai bergerak, dan sekarang sudah mulai menyesuaikan,” ujar Gus Yasin – sapaan akrabnya.

Kontrol yang ketat kepada para pengunjung objek wisata saat momentum lebaran menjadi pilihan. Hal ini untuk menghambat penularan Covid-19 di tempat wisata karena ledakan pengunjung saat lebaran. Jelang lebaran ini, lanjutnya, Pemprov Jateng juga terus mengingatkan agar seluruh daerah menyiapkan tempat isolasi terpusat untuk pemudik.  Apalagi  Jateng sudah memiliki pengalaman mudik lebaran tahun lalu.

“Peran masing-masing pemerintah daerah untuk mengontrol aktivitas pemudik di daerahnya juga sangat diperlukan,” katanya. Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan kepala daerah dalam hal pemantauan kepada pemudik yang datang. (ewb/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer