alexametrics

May Day, Gubernur Ganjar Bagi Sembako ke Rumah Buruh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo punya cara sendiri dalam memperingati hari buruh atau May Day yang diperingati tiap 1 Mei. Sejak pagi, mantan anggota DPR RI ini telah berkeliling dan menyapa langsung para buruh.

Seharian ini saja, Ganjar berkeliling ke tiga titik tempat tinggal para buruh. Dua di antaranya adalah rusunawa Pekunden dan rusunawa Bandarharjo di Kota Semarang. Satu lagi di Rusunawa Ambarawa, Kabupaten Semarang.

“Judulnya kira-kira ya sehari ini buruh menjadi raja atau ratu. Sehingga kami membuat kegiatan yang memang menyenangkan. Itu bukan berarti yang ingin menyampaikan dengan cara lain, kami larang, tidak. Silahkan saja,” ujar Ganjar, Sabtu (1/5/2021).

Ganjar berkeliling membagi-bagikan paket sembako berisi beras, minyak, mi instan, teh, gula, snack lebaran dan lainnya. Selain itu, ada pula ikan segar yang dibeli khusus untuk para buruh.

Beberapa paket bahkan diantar langsung oleh Ganjar ke dalam bilik rusun buruh. Ia rela menaiki tangga hingga lima lantai untuk menyapa para buruh dan memberikan paket sembako. Ia tak canggung masuk ke bilik rusun buruh dan ngobrol bersama. “Sehat bu, kok ndak pada kerja. Oh libur, hari buruh to. Kok nggak demo?” sapa Ganjar pada para buruh itu. “Enggak pak, lagi Covid. Mending di rumah saja daripada demo,” celetuk salah satu buruh.

Baca juga:  Ganjar Hibur Pengungsi dan Bagikan Mainan untuk Anak-Anak saat Cek Banjir Purworejo

Ganjar pun ngobrol santai dengan para buruh yang menempati rusun-rusun tersebut. Sejumlah masukan ia terima, termasuk aduan tentang banyak buruh yang mendapatkan PHK. “Iya, May Day ini saya sengaja nengok rusun di Kota Semarang. Karena para penghuninya banyak yang buruh. Sehingga dalam perayaan hari buruh ini, kami mencoba membantu untuk menunjukkan perhatian kita pada mereka,” kata Ganjar.

Ganjar berharap buruh di Jateng tetap memiliki semangat. Meskipun situasi pandemi belum bagus, namun mereka diharapkan tidak kehilangan spirit untuk terus berkembang. “Terus semangat, karena Covid-19 tidak boleh membuat kita kalah,” tegasnya.

Ganjar juga mengatakan, sejumlah persoalan buruh akan segera dituntaskan. Mereka-mereka yang terkena PHK selama pandemi, akan didata dan diberikan pelatihan. “Ini saya bawa Kepala Dinas Tenaga Kerja, jadi langsung bisa ditindaklanjuti. Umpama tadi ada masukan banyak korban PHK, saya minta didata, dilatih sesuai keterampilan mereka. Kalau perlu peralatan nanti kita sumbang, sehingga kalau mereka tidak bisa bekerja di tempat formal, mereka bisa mandiri dan jadi enterpreneur sendiri,” pungkasnya.

Baca juga:  44.077 Pengawas TPS Dilantik, Didominasi Lulusan SMA

Salah satu buruh yang rusunnya didatangi Ganjar, Erika, 39 mengatakan tak menyangka Ganjar mau datang ke bilik rusunnya. Bahkan, Ganjar datang dengan membawa bantuan paket sembako. “Ndak pernah kepikiran didatangi Pak Ganjar. Alhamdulillah, sudah lama pengen ketemu. Ini didatangi dan dikasih bantuan juga. Senang sekali,” ujar buruh pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini.

Erika mengatakan, cara Ganjar memperingati hari buruh dengan mendatangi buruh di rusun dan memberikan bantuan patut dicontoh. Itu merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah. “Jadi ndak usah demo, kita pengen yang tenang. Soalnya ini masih Covid-19, takutnya kalau demo malah ketularan. Ini masih rawan, mending di rumah saja,” ujarnya.

Baca juga:  Senangnya Syifa, Dikunjungi Ganjar Saat Isolasi dan Dapat Hadiah HP

Kendati begitu, Ganjar juga memantau aksi unjuk rasa di beberapa titik. Termasuk di depan kantor Gubernur. Tapi dirinya mengapresiasi karena dilakukan dengan tertib. “Tadi saya lihat laporannya, ada yang menggunakan mantol, masker, dan mereka menjaga jarak. Bagus gitu ya. Kemudian di beberapa titik ada dialog,” tandasnya.

Selain itu, Ganjar juga menggelar ngobrol dan curhat virtual. Ratusan pekerja dari Purbalingga, Tegal, Pekalongan, Batang, hingga Wonogiri bergabung dalam acara tersebut. Suasana zoom pun ger-geran zaat Ganjar mengulik kisah kehidupan buruh dari kondisi lingkungan kerja hingga kisah cinta lokasi di pabrik.

Obrolan gayeng terus berlanjut dengan sejumlah buruh lainnya. Bahkan Ganjar sempat mengadakan lomba nyanyi. Diikuti oleh 4 buruh yang masing-masing menyanyikan lagu pilihannya. Ada yang bernyanyi dangdut, lagu daerah bahkan lagu kebangsaan. “Nah ini tadi yang nyanyi, yang menang saya kasih hadiah. Sudah saya siapkan,” ujar Ganjar. (kom/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya