alexametrics

Jalur Tikus Dijaga Ketat, Travel Gelap Bakal Langsung Dikandangkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jalur bagi para pemudik benar-benar ditutup rapat. Tak hanya jalan protokol, jalur tikus pun dilakukan penyekatan. Sejumlah pos penyekatan disebar di beberapa jalur tikus, khususnya  di jalur masuk wilayah Jateng. Hal itu dilakukan untuk menjaring warga luar Jateng yang nekat mudik lebaran.

“Ini bentuk antisipasi terhadap perkembangan pergerakan arus kendaraan di perbatasan,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi Anggoro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/4/2021).

Adanya penyekatan di sejumlah jalur utama Jateng, lanjutnya, akan berpotensi masyarakat yang nekat mudik akan menggunakan jalur tikus. Hal ini dilakukan agar bisa lolos dari pos penyekatan di jalur utama.

“Untuk memperketat penjagaan di jalur tikus ini, kami berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” ujarnya.

Dikatakan, ada 14 titik pos penyekatan di pintu masuk utama. Pada perkembangannya, titik-titik tersebut ditambah hingga ke jalan-jalan kecil di sepanjang perbatasan.

“Di perbatasan Jateng-Jabar ada beberapa pintu masuk utama seperti Jembatan Cisanggarung dan exit tol Pejagan. Itu di Pejagan kita sapu, yang tak memenuhi syarat langsung disuruh putar balik,” katanya.

Baca juga:  Buang Limbah Sembarangan, DLHK Jatuhi Sanksi 33 Pelaku Usaha di Sekitar Bengawan Solo

Pihaknya juga berharap partisipasi dari masyarakat yang berada di jalur tikus untuk melaporkan setiap ada pergerakan pemudik yang melintas. “Pemudik pasti akan cari celah untuk bisa melintas ke Jateng,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, kalaupun lolos di perbatasan, nanti setiap kabupaten dan kota itu ada lagi penyekatan. “Kalau data yang kita dapat dari Polda, ada sekitar 89 titik pos yang tersebar di kabupaten /kota di Jateng. Selain untuk penyekatan, pos ini juga untuk sosialisasi kepada warga terkait upaya menekan Covid-19,” katanya.

Dikatakan, meski pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan tentang larangan mudik, namun hal itu tidak dihiraukan masyarakat.  Faktanya, dari data Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng menyebutkan sampai saat ini sudah ada 317.952 pemudik memasuki Jateng. Ratusan ribu pemudik tersebut memasuki Jateng dalam kurun waktu 13 sampai 26 April 2021.

Jumlah tersebut, lanjut dia, memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan warga yang pergi dari wilayah Jateng selama periode ini, yakni sekitar 356.197 orang. Adapun pemudik yang sudah memasuki wilayah Jateng menggunakan beberapa moda transportasi. Mulai dari pesawat udara, kapal laut, kereta api, hingga moda transportasi darat baik umum maupun milik pribadi. “Meski begitu, kita tetap lakukan pengetatan sebagai tindak lanjut larangan mudik tahun ini,” tandasnya.

Baca juga:  Kamar Super Mewah, Ada Tamu Youtuber Rela Bayar Rp 48 Juta Semalam

Sementara itu, aparat Satlantas Polrestabes Semarang menggelar kegiatan pengetatan pramudik 2021. Sebanyak tiga mobil travel yang diduga gelap terjaring razia penertiban tersebut, Kamis  (29/4/2021) sore.

“Penertiban dan pengecekan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota,” ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang  AKBP Sigit kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tiga mobil travel itu terjaring di tiga titik berbeda. Yakni, satu mobil travel pelat hitam jurusan Jogjakarta terjaring di sekitar Bubakan Semarang. Satu mobil travel pelat hitam jurusan Wonosobo terkena razia di sekitar Sukun, Banyumanik, dan satu mobil travel jurusan Kota Semarang terjaring di sekitar Terminal Banyumanik.

“Kita cek satu persatu travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota itu. Misalnya ada penumpang yang positif akan langsung kita serahkan ke Dinas Kesehatan. Kalau ada travel gelap yang tidak sesuai aturan, kita langsung kandangkan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Baca juga:  Tak Tertib Prokes, Izin Operasi Objek Wisata Bisa Dibekukan

Penertiban ini bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai penegakan aturan larangan mudik yang telah diberlakukan sebelumnya.

Kasatlantas menjelaskan, masa pengetatan mudik atau pramudik 2021 dimulai sejak 22 April lalu hingga 5 Mei 2021. Hal ini dilakukan sebelum masa pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

“Selain melakukan pendataan dan penertiban, kita juga memberikan edukasi dan imbauan kepada para sopir travel gelap dan masyarakat agar menunda mudik lebaran pada tahun ini,” katanya.

Salah seorang sopir travel jurusan Semarang, Moko, mengaku, membawa penumpang yang dioper dari  sejumlah bus. Saat ditanya petugas mengenai protokol kesehatan yang diterapkan pada para penumpangnya, Moko mengatakan hanya mewajibkan mengenakan masker saja, tanpa perlu menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19. “Cuma pake masker aja Pak, Kalo penumpang kan dari bus, jadi saya juga ndak tahu positif apa ndak,” ucapnya. (ewb/mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya