alexametrics

Boleh Mudik Lebaran, Tapi Prokes Harus Ketat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah tidak melarang mudik Lebaran tahun 2021. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini harus benar-benar terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Semua harus diperhatikan. Sebab, berkaitan orang boleh mudik Lebaran, pertama, sistem transportasi mesti ditata. Kedua, tentu terkait persyaratan-persyaratan prosedur protokol kesehatan (prokes) harus benar-benar ketat,” kata Ganjar ditemui di rumahnya, Rabu (17/3/2021).

Umpamanya, lanjut dia, yang mau mudik menggunakan angkutan umum wajib melakukan rapid antigen. Atau sesuai aturan Kemenhub yang mewajibkan penumpang kereta api dan pesawat menggunakan GeNose C-19. “Jadi prosedurnya mesti diperketat. Kalau tidak melakukan itu, menurut saya tidak boleh. Sehingga kita betul-betul harus menyiapkan itu dengan baik,” tegasnya.

Baca juga:  Angka Kecelakaan Mudik 2022 Turun 62 Persen

Meski diizinkan, namun pelaksanaan mudik tahun ini, lanjut Ganjar, tidak boleh disamakan seperti mudik sebelum pandemi Covid-19. Jadi mudiknya harus benar-benar terbatas dan ketat. “Kalau itu mau dilakukan, masih ada waktu untuk menyiapkan, sehingga sarana prasarana transportasi umum itu pemerintah bisa menyiapkan lebih baik. Termasuk awak angkutan umum. Mereka yang akan mudik mesti dilakukan testing sejak awal dan harus benar-benar ketat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta pemerintah menjaga seluruh pintu-pintu masuk ke daerah untuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Pengecekan dengan GeNose, lanjut dia, bisa menjadi alat yang praktis karena bisa mendeteksi dalam waktu singkat. “Kalau itu dilakukan, maka potensi melakukan mudik secara ketat dan terbatas itu bisa dilakukan. Kalau tidak, tentu kita tidak boleh mengambil risiko yang lebih berat,” tutupnya.

Baca juga:  Ribuan Barang Bukti dari 273 Perkara Dimusnahkan

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta pemerintah pusat memprioritaskan sopir untuk divaksin menjelang keputusan diperbolehkannya mudik Lebaran tahun ini. Termasuk kelompok yang setiap hari berhubungan dengan masyarakat seperti pedagang pasar.

“Yang jadi prioritas ya masyarakat, terutama pedagang pasar. Saya juga usulkan sopir diprioritaskan. Saya kira kelompok-kelompok yang tiap hari berhubungan dengan masyarakat harus dijadikan prioritas,” kata Ganjar saat cek vaksinasi di RSUD Salatiga dan RST dr Asmir Salatiga, Rabu (17/3/2021).

Selain itu, Ganjar memastikan program vaksinasi di Jateng terus berjalan. Selama ini, program vaksinasi telah berjalan bagus dan lancar. “Ini tinggal nunggu saja. Kalau vaksin sudah datang, kami genjot lagi. Mudah-mudahan seperti hitung-hitungan bersama Pak Menteri Kesehatan (Menkes) dalam rapat kemarin, Mei bisa digaspol, biar lebih cepat,” ucapnya.

Baca juga:  Pulang ke Batang, 29 Pemudik dari Papua Dikarantina

Terkait vaksinasi tahap kedua untuk lansia dan pelayan publik yang jumlahnya sekitar 5,3 juta di Jateng, Ganjar mengatakan belum semuanya dapat terlaksana. Sebab, jatah vaksin yang ada belum bisa memenuhi. “Belum semuanya, jadi pelayan publik kan banyak sekali. Semua masih berjalan. Apalagi yang kategori guru, ini belum semuanya,” jelasnya.

Ia juga masih menunggu kiriman vaksin dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan target vaksinasi lansia serta pelayan publik itu. “Sampai hari ini belum ada droping vaksin lagi. Kemarin kami sudah komunikasi dengan pusat dan informasinya sebentar lagi dikirim,” tegasnya. (ida/kom)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya