alexametrics

Selamat Bekerja Pemimpin Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sebanyak 17 dari 21 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 di Jateng, Jumat (26/2/2021) hari ini, akan dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pelantikan akan digelar secara hybrid, yakni ada yang dilantik secara langsung, dan ada yang lewat daring. Setelah dilantik, para pemimpin baru ini akan langsung bekerja.

“Akan kami gelar secara hybrid. Karena saya harus di ibu kota provinsi, maka yang akan saya undang hanya yang di Semarang Raya. Yang lainnya nanti melalui daring,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/2/2021).

Tiga kepala daerah terpilih yang akan dilantik langsung di aula Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks gubernuran adalah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bupati dan Wakil Bupati Kendal terpilih Dico M Ganinduto-Windu Suko Basuki, serta Bupati dan Wakil Bupati Semarang terpilih Ngesti Nugraha-Basari

Sedangkan 14 kepala daerah terpilih lainnya akan dilantik lewat daring. Mereka adalah  Bupati dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati, Bupati dan Wakil Bupati  Rembang Abdul Hafidz dan Mochamad Hanies Cholil Barro, Bupati dan Wakil Bupati  Purworejo Agus Bastian dan Yuli Hastuti,  Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Mohammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa,  Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan Setyo Sukarno,  serta Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat.

Baca juga:  Contohlah Alun-Alun Pati

Selain itu,  Bupati dan Wakil Bupati  Klaten Sri Mulyani dan Yoga Hardaya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan Salahudin, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dan M Mansyur, Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan Ristawati, Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Agus Santosa, serta Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono.

Meski tiga bupati/wali kota terpilih akan dilantik Ganjar secara langsung, ia mewanti-tidak boleh banyak yang ikut menyertai. Bupati/wali kota terpilih yang akan dilantik di Gradhika Bhakti Praja hanya boleh membawa keluarga intinya saja. “Yang lain seperti Forkopimda saya minta tetap di daerah masing-masing, dan menyaksikan via daring. Kami ingin acara pelantikan ini betul-betul menjaga protokol kesehatan,” tegasnya.

Wali Kota Semarang terpilih Hendrar Prihadi memastikan dirinya tidak akan menggelar perayaan atau pesta apapun usai dilantik. Politisi PDI-Perjuangan ini justru akan membagikan lima ribu nasi boks kepada korban terdampak banjir, panti asuhan, pondok pesantren, dan kaum dhuafa.

“Tidak ada perayaan. Saya dan temen-temen UMKM akan membuat lima ribu nasi boks, lalu dibagikan kepada warga Semarang. Bisa untuk korban banjir, panti asuhan, dan ponpes,” katanya.

Baca juga:  TNI Bersinergi Selesaikan Persoalan Bangsa

Aksi tersebut, lanjut Hendi, sebagai bentuk syukuran dirinya dan wakilnya, Hevearita Gunaryanti Rahayu, karena kembali dipercaya memimpin Semarang untuk periode kedua.  “Saya mohon doa restu, kita buktikan inilah saatnya kita membangun Kota Semarang menjadi lebih hebat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kendal terpilih Dico M Ganinduto rencananya akan dikirab menggunakan kereta kencana Tumenggung Bahurekso. Rutenya dari alun-alun sebelah timur sampai Kantor Bupati Kendal.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kendal Winarno menjelaskan, proses kirab dilakukan setelah proses pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo selesai.

Dikatakan, setelah mengikuti pelantikan di Semarang, Dico dan wakilnya Windu Suko Basuki akan mengikuti acara ramah tamah dengan anggota Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda). Yakni, Pimpinan DPRD Kendal dan Ketua Partai Politik, Polres Kendal, Kejari Kendal, Kodim 0715, dan sebagainya. “Ramah tamah akan digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso,” jelasnya.

Sebelum masuk ke pendopo, Dico dan Windu akan dikirab sebagai penyambutan. “Nanti ada beberapa tarian penyambutan yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Bagi para pendukung maupun warga masyarakat Kendal, tidak perlu datang ke pendopo. Sebab, Pemkab Kendal akan menyiarkan secara langsung melalui streaming Youtube. Mulai dari acara pelantikan sampai prosesi kirab penyambutan hingga ramah tamah selesai.  Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan massa. Sebab, saat ini situasinya masih pandemi Covid-19. Sehingga  memang tidak diperkenankan untuk berkerumun.

Kepala Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi Diskominfo Kendal Ahmad Syahrul mengatakan, pihaknya juga menyediakan layar monitor di pendopo. Tujuannya agar bisa disaksikan prosesi pelantikan bagi para tamu undangan.  Bagi Kepala OPD dan camat akan menyaksikan secara langsung melalui Youtube di kantor masing-masing.”Jadi, tidak semua kami undang, hanya beberapa menyesuaikan kapasitas pendopo, maksimal 50 persen,” katanya.

Baca juga:  Pemprov Jateng Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka

Terpisah, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melarang adanya kerumunan atau euforia usai pelantikan kepala daerah terpilih.  “Wali kota dan bupati yang dilantik juga diminta tak menggelar pesta yang akan berlangsung besok (hari ini),” ungkap Luthfi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis, (25/2/2021).

Kapolda menegaskan, tidak hanya dilarang. Menurutnya, hal ini juga memang tidak diperbolehkan. Pihaknya berharap, kepada para paslon (pasangan calon) terpilih untuk ikut bersama-sama menjaga wilayah supaya tetap kondusif.  “Kita mengharapkan kepada paslon terpilih tidak perlu untuk membuat pesta, tidak usah ada euforia para pendukungnya,” tegasnya.

Dia mengatakan, anggotanya juga telah dipersiapkan untuk melakukan pengamanan secara tegas dengan protokol kesehatan. Tujuannya, untuk mencegah klaster baru. “Ini kan bagian terakhir dari Operasi Mantap Praja. Ini sudah kondusif sekali, tidak ada yang bersengketa, sudah selesai,” lanjutnya.

Menurutnya, sejauh ini tak ada kerawanan. Sehingga pengamanan dilakukan oleh masing-masing polres.  “Di Jateng tidak ada yang fluktuatif, jadi seperlunya saja. Tidak ada kerawanan, Tidak ada euforia, tidak ada destruktif pengerahan massa. Cukup polres masing-masing. Tidak ada backup kesatuan,” pungkasnya.  (ida/den/bud/mha/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya