alexametrics

Laporkan Pencemaran Lingkungan, Aktivis Asal Blora Ini Rela Jalan Kaki Lima Hari Temui Gubernur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Resah dengan pembuangan limbah B3 di Kabupaten Rembang, pria asal Blora melakukan aksi jalan kaki untuk menemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin (25/1/2021). Lilik Yuliantoro, 30, nekat melakukan aksi jalan kaki dari Kabupaten Rembang ke Kantor Gubernuran Jateng selama berhari-hari.

Setidaknya Lilik – sapaan akrabnya, menghabiskan waktu selama lima hari jalan kaki untuk sampai ke kantornya gubernur. Lilik yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan membawa spanduk kecil bertuliskan ‘Aksi Jalan Kaki Rembang-Jakarta, Tolak Puluhan Ribu Ton Limbah B3 Rembang-Jawa Tengah’ pun langsung ditemui Ganjar.

Kepada gubernur berambut putih tersebut, Lilik mengungkapkan keresahannya atas apa yang terjadi di Rembang. “Aksi ini sebagai kepedulian pada warga Rembang yang terdampak limbah B3,” ujar Lilik.

Dijelaskan Lilik, pencemaran limbah B3 tersebut terjadi di Desa Jatisari Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Sejak pembuangan limbah B3 yang ditengarai dari luar Rembang tersebut banyak tanaman milik petani mati.

Baca juga:  Pandemi Covid, Bantuan RTLH Tetap Dituntaskan

Selain itu, di sekitaran lokasi pembuangan limbah juga muncul bau busuk menyengat. Dikatakannya, pembuangan limbah di Sluke itu sudah dilakukan sejak April 2020 lalu. Sebagai aktivis lingkungan, sebelumnya ia langsung melaporkan hal tersebut ke pemkab dan legislatif Rembang. Bahkan juga Polres Rembang. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut penanganan pembuangan limbah B3 tersebut.

Ia akhirnya nekat berjalan kaki dari Rembang menuju kantor Ganjar Pranowo. Untuk melaporkan kepada Ganjar supaya ada penanganan segera terhadap pembuangan limbah B3 itu. “Aksi ini untuk membantu masyarakat Rembang dan meminta agar segera diselesaikan,” terangnya.

Ia meminta Ganjar mengusut tuntas kasus pencemaran lingkungan di Rembang karena sangat mengganggu masyarakat dan berbahaya. “Saya juga ingin ke Kapolda dan Kajati juga untuk menyampaikan tuntutan yang sama,” tuturnya.

Baca juga:  Pekerja Migran Ilegal Jateng Banyak Kena Tipu

Bahkan ia juga akan nekat melanjutkan jalan kaki ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo apabila Ganjar tidak merespon laporannya itu. “Kalau Pak Gubernur tidak merespon, saya akan jalan kaki sampai ke Jakarta untuk bertemu Presiden,” katanya.

Dalam melakukan aksinya, Lilik dikawal oleh orang lokal Rembang, Boma, 45. Boma mengatakan sudah ada 27 ribu ton limbah B3 yang dibuang secara liar di beberapa titik di Rembang.

“Bentuknya seperti tanah liat. Dampaknya itu bau, terus tanaman warga seperti bawang merah dan cengkeh pada mati,” kata Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Rembang ini.

Menemui Lilik dan Boma, Ganjar mengatakan, kasus ini sudah ditangani oleh Pemprov Jateng. Bahkan di depan Lilik, Ganjar memperlihatkan video tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng saat terjun langsung ke lokasi pembuangan limbah B3 tersebut.

Baca juga:  Kedatangan 23.000 Pemudik, Pemkab Siapkan RS Rujukan Baru

“Ini lho videonya, sudah kami tindaklanjuti. Petugas sudah langsung ke lokasi untuk mengecek kondisinya,” kata Ganjar kepada Lilik. Ganjar juga meminta Lilik mengurungkan niatnya berjalan sampai Jakarta. Sebab, permasalahan itu akan ditangani oleh pihaknya dan dinas terkait.

“Nggak usah sampai Jakarta, nanti biar kami yang menangani. Tapi kalau njenengan nekat, ya monggo,” ujarnya.

Usai bertemu Ganjar, dan puas dengan jawaban Gubernur Jateng itu, Lilik pun akhirnya pulang. (ewb/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya