alexametrics

Puncak Musim Hujan, Jateng Waspada Longsor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Jawa Tengah mulai waspada terhadap bencana longsor. Menyusul puncak musim hujan yang diprediksi jatuh pada Januari ini.

Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono menuturkan sepanjang Januari ini telah terjadi beberapa peristiwa tanah longsor.

Bahkan ada yang berskala besar sehingga mampu memutus akses jalan penghubung. Seperti yang terjadi di ruas Selokromo-Wadaslintang Wonosobo dan ruas Bumiayu-Salam Brebes.”Saat ini kedua titik tersebut sudah dalam penanganan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku masih terus mengantisipasi daerah rawan longsor lainnya. Mengingat berdasarkan perkiraan dari BMKG, puncak musim hujan di Jateng jatuh pada kisaran Januari sampai Februari 2021. Dan seringkali debit hujan yang tinggi dapat mengakibatkan longsor. “Tapi mudah-mudahan tidak terjadi longsor lagi,” lanjutnya.

Baca juga:  Dipajang Bersama Forkompimda, Gambar Afif Dicopot

Sementara itu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng telah memetakan pergerakan tanah dimana terdapat delapan titik daerah rawan longsor di Jateng. Yakni ruas Bumiayu-Salem, Banjarnegara-Kalibening, Temanggung-Kaloran, Slawi-Bumijaya, Pemalang-Moga, Purworejo-Loano, Boyolali-Selo-Jrakah dan terakhir Purwantoro-Nawangan.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Hamid meminta pemerintah dapat terus memperbarui perkembangan cuaca di daerah rawan longsor. Sehingga masyarakat yang berada di sana dapat waspada dan bersiap-siap jika bencana terjadi. “Setahu saya potensi longsor ada di Banjarnegara dan Pemalang bagian atas. Nah di situ gambaran cuaca harus terus di-up date,”ujarnya.

Pihaknya pun berjanji akan membantu pemerintah untuk penanganan kebencanaan. Seperti dengan menambah anggaran khusus kebencanaan. “Anggaran yang diajukan BPBD tidak pernah kita kurangi, bahkan justru kita tambah,” jelasnya.

Baca juga:  Petani Batang Keluhkan Harga Gabah yang Terjun Bebas

Perlu diketahui untuk anggaran belanja BPBD Jateng tahun ini, Pemprov mengajukan sebesar Rp 27.667.008.000. Namun Badan Anggaran DPRD Jateng sepakat menambah alokasi sebesar Rp 504.000.000. Sehingga jumlah totalnya menjadi Rp 28.171.008.000. (akm/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya