alexametrics

Ekspor Briket Batok Kelapa Naik 10-50 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ekspor briket batok arang Jateng dipastikan tak terdampak pandemi Covid-19. Justru para pengusahanya kebanjiran pesanan dari pasar internasional.

Kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para pengusaha yang didampingi mantan Duta Besar Indonesia untuk Libya, Raudin Anwar itu menyampaikan bahwa kenaikan ekspor briket batok arang Jateng berkisar antara 10-50 persen.

“Ekspor briket arang batok kelapa justru naik selama pandemi. Saya saja kenaikannya bisa mencapai 20%,” kata pengusaha briket arang batok kelapa asal Kendal, Istikanah.

Istikanah yang sudah menekuni bisnis briket arang batok kelapa sejak 10 tahun silam itu mengatakan, dalam sebulan ia biasanya mengekspor 8-10 kontainer briket. Negara tujuan sebagian besar berada di Timur Tengah.

Baca juga:  700.000 Orang Masuk Jateng Sebelum Ramadan

“Pandemi justru jadi berkah. Karena banyak kafe tutup, masyarakat banyak yang beraktivitas rumah. Ini yang membuat pesanan bertambah banyak. Dalam sebulan, omzet saya bisa mencapai Rp 3,5 miliar,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dipta Sulistyanto, pengusaha briket arang batok kelapa asal Klaten. Kepada Ganjar, Dipta mengatakan bisnis ekspornya naik hingga 50 persen selama pandemi. “Artinya kami tidak terdampak dengan adanya pandemi ini,” imbuh Dipta yang mengaku ekspor ke Brasil dan beberapa negara di Amerika Latin.

Briket arang batok kelapa asal Jateng, lanjut Dipta, memang diminati banyak negara internasional. Kualitasnya dinilai yang terbaik di dunia, sehingga banyak negara berminat mengimpor.

“Untuk itu, kami sedang membuat asosiasi pengusaha briket arang batok kelapa Indonesia. Tujuannya untuk menghimpun pengusaha yang bergelut di bidang ini, dan memberikan edukasi agar bisa masuk pasar ekspor. Bagaimana menjaga kualitas briket terbaik, cara packaging dan lainnya,” pungkasnya.

Baca juga:  Kapolda Jateng dan Gibran Bagikan APD ke-11 Rumah Sakit

Gubernur Ganjar mengapresiasi kinerja para pengusaha briket arang batok kelapa itu. Meskipun di tengah pandemi, mereka justru kebanjiran order dan ekspor meningkat. “Ini keren, justru ekspornya meningkat selama pandemi. Yang eksport-eksport seperti ini yang perlu kita dorong, karena bisa meningkatkan devisa,” jelasnya.

Ganjar juga mendukung terbentuknya asosiasi di kalangan pengusaha briket arang batok kelapa. Selain sebagai wadah komunikasi, dengan asosiasi itu semuanya memiliki wadah untuk maju bersama. “Saya mendukung terbentuknya asosiasi ini,” pungkasnya. (ewb/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya