alexametrics

Umrah Dibuka, Ada Tambahan Biaya Prokes hingga Rp10 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka jalur keberangkatan ibadah umrah mulai 1 November 2020. Namun, ada tambahan biaya untuk prosedur protokol kesehatan (prokes) mencapai Rp 10 juta per jamaah.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Jateng Endro Dwi Cahyono membenarkan kabar tersebut. Kendati sudah dibuka, pihak Arab Saudi kini memberlakukan pembatasan protokol kesehatan yang ketat. Adapun protokol yang diberlakukan terbilang panjang. Seperti pengajuan visa harus dengan sistem booking provider. “Itu nanti digunakan untuk mendapatkan tanggal keberangkatan,”jelas Endro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/11/2020).

Setelah mendapat kuota visa, lanjut dia, jamaah akan diberi waktu 24 jam untuk meng-input data jamaah dan data tiket. Nantinya, saat jamaah landing di Arab Saudi, maka wajib karantina tiga hari. Bebas memilih untuk karantina di Jeddah atau Madinah.  Jamaah juga hanya diperkenankan satu kali umrah. “Satu kali itu sudah termasuk Thawaf, Sa’i, dan Tahallul. Kemudian dibebaskan untuk salat lima waktu di Masjidil Haram,” ungkapnya.

Baca juga:  250 Sekolah Ramaikan Kompetisi Video AXIS

Dalam perjalanan ibadah, satu bus hanya bisa diisi maksimal 20 orang. Kendati harus menerapkan protokol kesehatan ketat, jamaah sudah ingin segera beribadah. “Namun untuk saat ini, penerbangan baru satu hari sekali. Yakni, wajib memakai maskapai Saudi Airlines,”paparnya.

Hal senada dibenarkan oleh pemilik Arbani Madinah Umrah Bayu J Prayogo. Menurut Bayu, mulai 1 November 2020, Pemerintah Arab Saudi sudah menerima jamaah umrah dari luar. Termasuk, menerima jamaah umrah dari Indonesia.

Adapun pembukaan di 1 November 2020 adalah termasuk ke dalam tahap tiga. “Iya, sudah dibuka, tapi masih banyak pembatasan,”kata Bayu mengiyakan.

Lebih lanjut, pembatasan jamaah lebih menitikberatkan pada syarat keberangkatan.  Misalnya, kuota visa dalam sehari masih dibatasi. Kemungkinan, untuk jamaah Indonesia mendapat porsi 700-1000 per hari. Selain itu, pengajuan visa minimal dilakukan oleh 50 jamaah per kloter. Namun, antusias jamaah dinilanya masih tinggi.

Baca juga:  Eksekutor Penembakan Istri Anggota TNI Sejak Dulu Dikenal Nakal dan Bertemperamen Tinggi

“Kalau soal pembatasan bukan hanya soal usia dan persyaratan. Tetapi juga soal biaya. Artinya, pembatasan ini memungkinkan ada kenaikan biaya sebesar Rp 10 juta,” bebernya.

Adanya biaya tambahan bukan tanpa alasan. Misalnya, segi penginapan dan transportasi.

Dari pihak Arab Saudi, hanya hotel bintang lima yang diizinkan menampung jamaah. Untuk transportasi, harus menggunakan maskapai Arab Saudi, Saudi Airlines. “Kenaikan biaya tambahan tidak dari Pemerintah Arab Saudi. Bukan juga dari biro travel. Bahkan Kemenag pun sudah pernah menyampaikan kemungkinan akan ada kenaikan biaya,” kata Bayu.

Ia mencontohkan, jamaah hanya diberbolehkan menempati kamar hotel dengan dua orang. Kemudian, jamaah harus berangkat sehari sebelumnya untuk swab test di Jakarta. Pulangnya harus swab test lagi.

Baca juga:  Pelatihan Barista Gratis Diserbu 2.600 Pendaftar

“Ini yang menjadi pertimbangan jamaah untuk berangkat sekarang atau ditunda selanjutnya” sambung Bayu.

Disinggung jumlah jamaah yang akan berangkat, kini ada ratusan jamaah. Total 430 jamaah di bulan Maret yang tertunda keberangkatannya.  Pihaknya kini fokus akan melakukan survei tempat dan mempersiapkan visa agar perjalanan para jamaah tidak mengecewakan. Edukasi terhadap jamaah harus benar-benar disampaikan.

“Kami belum memberangkatkan jamaah dahulu, karena terkait banyaknya aturan dan pembatasan. Tapi, November kami sudah mulai menyiapkan visa, tim tinggal menunggu jadwal berangkatnya,”katanya. (avi/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya