alexametrics

Jateng-Jatim Bentuk Otoritas Khusus Tangani Masalah Bengawan Solo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Jawa Tengah dan Jawa Timur sepakat bersinergi menangani permasalahan Sungai Bengawan Solo. Mulai dari hulu sampai hilirnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan permasalahan pada sungai terpanjang di pulau Jawa ini sangat kompleks. Mulai dari pencemaran akibat limbah industri, alih fungsi lahan bantaran dan hulu sungai untuk permukiman dan pertanian, serta masih banyak lainnya. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan oleh beberapa daerah di Jateng. Namun juga daerah di Jawa Timur. Yang memang dilintasi oleh sungai tersebut.

“Ambil contoh banjir, tidak hanya dirasakan Jatim. Daerah yang dilewati Bengawan Solo seperti Sragen, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Blora turut terkena dampak,” ujarnya.

Baca juga:  Nyalon Ketua Umum PPP, Taj Yasin Didukung Delapan DPW

Hanya saja terkait penyelesaian persoalan tersebut, Ganjar mengaku tidak bisa sendirian dan menggunakan metode secara parsial. Atau penanganan per wilayah. Namun perlu ada otoritas khusus yang menangani sungai ini. Di mana dapat menggabungkan dua provinsi dan bila perlu pemerintah pusat. Untuk merumuskan penanganan yang komprehensif dan berkesinambungan mulai dari hulu sampai hilirnya. Sehingga tidak perlu lagi saling tuding antar daerah yang gagal menangani problem Bengawan Solo.

“Jadi nanti bisa kita susur dan kumpulkan masalah apa saja di Bengawan Solo. Dan kita rumuskan langkah apa yang perlu dilakukan bersama,”lanjutnya.

Ia mengaku siap mendukung dan terlibat aktif dalam otoritas khusus jika memang terealisasi. Dan bersama-sama melaksanakan kesepakatan guna melakukan penangganan terhadap permasalahan sungai tersebut. “Dan selama ini pun kami sudah mengawali dengan menegur dan memperingati industri yang membuang limbah di Bengawan Solo agar menghentikan hal tersebut atau akan saya tindak tegas,” pungkasnya.

Baca juga:  2023, Optimistis Aset Mencapai Rp 1 Triliun

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyambut positif sinergitas untuk menemukan solusi tepat persoalan Bengawan Solo yang selalu terjadi. Harapannya dengan adanya program one river, one plan, one management, penanganan jadi lebih tersingkroniasasi. Sehingga dapat berjalan lebih efektif dan efisian.

“Semoga jika sudah selesai dicari jalan keluar kita bisa mengoptimalisasi pemanfaatan air bengawan solo. Yang tentu saja memperhatikan integritas untuk mengurangi risiko bencana,” jelasnya. (akm/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya