alexametrics

Biaya Mahal, Baru 51 Pengguna PLTS Rooftop

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sampai sekarang baru 51 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop (atap) yang terpasang di Jateng. Puluhan PLTS itu terpasang di 4 perusahaan swasta, 20 pondok pesantren (ponpes), 27 perseorangan (pribadi), dan gedung milik pemerintah.

“Dari pemerintah pusat sebenarnya sudah menargetkan 30 persen gedung pemerintahan di Jateng dan swasta sudah terpasang PLTS,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jateng Imam Nugraha, kemarin (20/9/2020).

Menurutnya, data Dinas ESDM Jateng menjelaskan 4 perusahaan (swasta) yang memasang dan memanfaatkan PLTS atap adalah PT Danone di Klaten, PT Phapros di Semarang, perusahaan garmen di Ungaran, dan PT Unza Vitalis di Salatiga. “Kami mengapresiasi penggunaan PLTS atap di empat perusahaan swasta ini,” katanya.

Baca juga:  Bikin Pangling, Ini Wajah Baru Terminal Mangkang

Itu sebagai bukti adanya kesadaran pelaku industri di Jateng terhadap pemberdayaan energi terbarukan (EBT) ramah lingkungan. Selain empat perusahaan, PLTS atap juga terpasang di 20 ponpes dan 27 rumah milik perseorangan atau pribadi.

Meski memeroleh target penggunaan PLTS atap di perkantoran dan gedung swasta, pihaknya tidak bisa memaksa mereka menggunakan sumber energi panel surya atap tersebut. “Kalau imbauan kami, semua atap gedung pemerintah atau swasta menggunakan panel surya. Apalagi sudah mencanangkan Jateng sebagai Solar Province,” ujarnya.

Diakuinya, mahalnya cost yang dikeluarkan untuk pemasangan PLTS atap menjadi faktor penghambat bagi para pengusaha dan pemerintah memasangnya. Imam mencontohkan untuk memasang panel surya atap dengan daya listrik mencapai 35 kilowatt-peak (kwp) saja, butuh biaya Rp 800 juta. Sedangkan untuk rumah tangga, biaya panel surya dengan kapasitas 2 kwp, diperkirakan menghabiskan dana mencapai Rp 25 juta. “Jadi memang masih mahal. Tapi, keuntungan jangka panjangnya sangat besar,” katanya.

Baca juga:  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jateng Naik 75,12 Persen

Dia jelaskan, selain bisa menghemat pengeluaran listrik, penggunaan PLTS atap lebih ramah lingkungan. “PLTS atap mampu menurunkan emisi dan polusi dari pembangkit listrik fosil atau batu bara,” tuturnya. (ewb/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya