alexametrics

Siapkan 50 Wastafel di Depan Kelas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka mulai dilakukan di setiap SMP negeri dan swasta di Kota Semarang. Seperti di SMP Negeri 2 Semarang, tampak sudah tersedia banyak wastafel untuk cuci tangan, hand sanitizer, dan penataan kursi siswa berjarak.

Kepala SMP Negeri 2 Semarang Drs Siminto MPd mengatakan, pihak sekolah telah siap hampir 90 persen untuk pembelajaran tatap muka seperti pengelolaan sistem dan protokol kesehatannya.

“Sekolah kami ada 27 ruang kelas. Nanti jumlah siswa yang masuk dalam satu kelas maksimal setengahnya. Kita gunakan sistem sif, jadi selama empat hari sekolah setiap siswa bergiliran, sehari masuk sehari daring,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/9/2020).

Siminto menambahkan, pihak sekolah pastinya akan menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti cuci tangan, pengecekan suhu, penggunaan face shield dan masker. “Kami menyediakan hampir 50 titik wastafel di setiap depan kelas. Kami juga akan membagikan dua masker dan  face shield kepada setiap siswa,”katanya.

Selain itu, dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran menjelaskan, pihak sekolah wajib mengumpulkan lembar persetujuan yang ditandatangani orang tua siswa.  “Kita sudah edarkan surat ke orang tua untuk persetujuannya. Untuk pengumpulan suratnya kita sudah sediakan kotak di depan gerbang, nanti tinggal dimasukkan situ saja,” tuturnya.

Baca juga:  Gagal Bobol Ruang Guru, Pengamen Dibui

Kendati demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan kapan berlangsungnya proses pembelajaran tatap muka. Hal tersebut dikarenakan pihak sekolah masih menunggu surat persetujuan orang tua dan instruksi Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Persiapan juga dilakukan SMP Domenico Sevio Semarang. Kepala Sekolah Br. Antonius Parjana. Fic, mengatakan, untuk melakukan pembelajaran tatap muka harus memenuhi beberapa syarat, yakni  kesediaan siswa, persetujuan wali murid, yayasan, serta Dinas Pendidikan. “Jika yayasan tidak mengizinkan ya gimana, sudah pasti tidak bisa,” tegasnya.

Dikatakan, secara fisik, sekolahnya sudah menyiapkan.  Tapi yang paling utama izin dari orang tua siswa.  “Kalau KBM tatap muka, nanti proses pembelajarannya menggunakan sistem sif. Absen ganjil dan genap.” katanya.

Sementara itu, SD Negeri Gisikdrono 02  Semarang mengagendakan akan menyelenggarakan simulasi terlebih dahulu apabila kebijakan KBM tatap muka diterapkan selama pandemi Covid-19. Dalam simulasi itu, nantinya orang tua atau wali siswa akan dilibatkan. “Konsep itu akan kami terapkan nantinya Mas, saya memang akan menyampaikan itu pada saatnya, kalau sudah diizinkan tatap muka. Bagaimanapun harus ada kesanggupan menjaga keselamatan dalam mengantar dan jemput siswa, sehingga siswa tidak bermain kemana-mana setelah pulang dari sekolah,”kata Kepala SD Negeri Gisikdrono 02 Agus Ngaderiyanto, saat rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka di sekolahnya, Selasa (9/9/2020).

Baca juga:  Kalahkan Jabar dan Jatim, Jateng Raih Juara I Provinsi Terinovatif 2020

Hanya saja, simulasi itu direalisasikannya tetap menunggu diperbolehkan atau tidaknya mengumpulkan para siswa dan orang tua.

Terpisah, ditemukannya dua siswa pergi sekolah naik angkutan umum diharapkan menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng pasca penerapan pilot project sekolah tatap muka. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimun mengatakan jika aturan dalam menggelar pembelajaran tatap muka, salah satunya yaitu jarak antara sekolah dan rumah siswa. “Kemarin Pak Gubernur sudah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan evaluasi terkait hal itu,” ujar Gus Yasin – sapaan akrabnya, Jumat (11/9/2020). Selain evaluasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta untuk meminta keterangan kepada sekolah terkait.

Karena aturan dari pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka mensyaratkan khusus bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah. Menurutnya, apabila ada siswa yang berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum harus segera dicarikan solusi.

Dikatakannya proses uji coba sekolah tatap muka rencananya dilakukan selama dua pekan. Hasil dari uji coba itu, akan menjadi dasar untuk tetap melanjutkan atau dihentikan. “Ada dua anak yang naik angkot, maka dua anak yang naik angkot ini kepala sekolah akan mengevaluasi agar kita menjamin keamanannya,” katanya.

Baca juga:  Lulus Audit CHSE, Sahid Mandarin Siap Terima Tamu

Jika memang kondisinya seperti itu, lanjutnya, supaya dicarikan cara lain atau siswa melakukan pembelajaran via daring saja. “Ikut daring saja. Namun demikian, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi tiap hari akan memantau dan mengevaluasi tiap minggu secara kumulatif,” tuturnya. Selama ini Pemprov Jateng terus mencari metode terbaik dalam proses pembelajaran disekolah selama masa pandemi Covid – 19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Padmaningrum mengatakan jika evaluasi akan dilakukan. “Karena jika ada siswa pergi ke sekolah naik angkutan itu juga riskan penularan,” kata Padma. Namun ia tidak menyebutkan siswa dari sekolah mana yang dimaksud itu.

Dikatakannya Pemprov Jateng memang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. Namun selama dua pekan melaksanakan simulasi terlebih dulu. Hasil dari simulasi selama dua pekan, akan menjadi bahan evaluasi untuk tahap berikutnya.

Padma menjelaskan, masing-masing sekolah yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan melibatkan maksimal 100 siswa. Sedangkan siswa lainnya, tetap menjalani pembelajaran secara daring. (mg9/mg11/mg1/mg2/jks/ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya