alexametrics

Jamin Amdal Tetap Berlaku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – DPRD Jawa Tengah menjamin pengaturan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) tetap ada dalam Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Raperda tersebut saat ini sedang dibahas Bersama eksekutif.

Sekretaris Komisi D DPRD Jawa Tengah M Chamim Irfani menjelaskan dewan memang tengah memberikan perhatian serius terhadap kondisi dan permasalahan lingkungan di Jateng. Di tengah masifnya percepatan pembangunan yang digiatkan, mau tidak mau lingkungan juga akan merasakan dampak yang timbul dari kegiatan tersebut. “Jika kita dorong percepatan pembangunan pasti ada dampak yang dirasakan lingkungan. Nah dampak inilah yang ingin kita tekan,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya mengisiasi pembahasan raperda ini. Di dalamnya nanti dapat mengatur mengenai antisipasi dampak lingkungan yang muncul akibat percepatan pembangunan.

Baca juga:  Siapkan Tim Medis di Delapan Pos Taktis, Random Test di Jalan dan Lokasi Wisata

Ia menekankan bukan berarti aturan yang dibentuk nanti justru malah mempersulit perizinan pembangunan. Hanya saja lebih mendorong pemerintah dan pelaksana proyek untuk lebih teliti. Mereka harus menghitung kembali dampak yang timbul akibat pembangunan yang dilakukan. “Kita lebih menekankan terhadap kedisiplinan industri terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Pihaknya pun menjamin pengaturan perizinan Amdal, terutama yang fundamental, akan tetap ada dalam raperda tersebut. Bahkan pihaknya menolak untuk menghapus jika semata-mata bertujuan untuk memudahkan investasi masuk. Guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi Raperda usulan Komisi D ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku sangat mendukung. Pasalnya meskipun Pemprov telah memiliki Perda nomor 5 tahun 2007, tapi seiring berjalannya waktu, aturan tersebut sudah tidak sesuai. Apalagi pihaknya menemukan banyak permasalahan lingkungan hidup yang terjadi belakangan. Seperti pencemaran air tanah, udara, kerusakan lahan akibat penambangan Galian C, kerusakan kawasan pantai akibat abrasi, alih fungsi lahan dan lain sebagainya. “Dan jika diteruskan akan dapat menggangu ekosistem lingkungan hidup di Jateng dan menurunkan keanekaragaman hayatinya,” jelasnya. (akm/ton/bas)

Baca juga:  CJIBF 2021 Tawarkan Puluhan Peluang Investasi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya