alexametrics

Upacara Digelar Virtual, Peserta Dibatasi

HUT Salatiga dan Kabupaten Wonosobo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kota Salatiga dan Kabupaten Wonosobo, Jumat (24/7/2020), sama-sama merayakan ulang tahun. Kota Salatiga ke-1270, sedangkan Kabupaten Wonosobo ke-195. Perayaan dilakukan sederhana dengan peserta terbatas. Semua peserta menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi Covid-19.

Peringatan hari jadi Kota Salatiga diawali upacara yang diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkominda) Kota Salatiga. Upacara diikuti tak lebih dari 25 orang di Gedung Setda lantai 4. Hadir Wali Kota Salatiga Yuliyanto, Wakil Wali Kota Muh Haris, Ketua DPRD Dance Palit Ishak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Upacara juga diikuti jajaran OPD, kecamatan hingga kelurahan secara virtual.

Wali kota menyampaikan terima kasih kepada wakil wali kota, ketua DPRD, kajari, kapolres, sekda dan seluruh OPD yang senantiasa berkolaborasi membangun Kota Salatiga.

Ia menyadari, dengan segala keterbatasan di tengah pandemi seluruh kegiatan harus tetap dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan. Momen hari jadi ini, Yuliyanto berharap pembangunan di Salatiga menjadi lebih baik, dari segi ekonomi, sosial dan budaya. “Tetap memperhatikan protokol, itu yang utama. Harus sebagai contoh bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  PSSI Demak Siap Gelar Kompetisi

Peringatan HUT Kota Salatiga ini dihibur pentas ketoprak dengan lakon Kidung Adya Salatiga di pendopo balai kota. Juga kado lagu berjudul Alun-alun Solotigo yang dinyanyikan secara langsung oleh Widi Nugroho. Ada juga penampilan wayang oleh di D’emercik Salatiga. Masyarakat Salatiga menyaksikan kegiatan ini secara online melalui Youtube.

Peringatan hari jadi Kabupaten Wonosobo ke-195 juga dilakukan secara sederhana di tengah pandemi Covid 19. Rangkaian peringatan hari jadi dimulai melakukan ziarah ke makam pendiri kabupaten, prosesi pengambilan mata air di tujuh sumber, doa bersama lintas agama, serta melakukan upacara peringatan hari jadi.  Semua dikemas dalam acara yang tertutup.

Baik di hari jadi Kota Salatiga maupun Kabupaten Wonosobo, jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang dipimpin Direktur Baihaqi datang memberikan ucapan selamat.

Baca juga:  450 Ribu Ton Beras Disalurkan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat

Di Kota Salatiga, Baehaqi dan jajarannya memberikan buket bunga segar kepada Wali Kota Yuliyanto didampingi Wawali Muh Haris dan Ketua DPRD Dance Palit Ishak. Tampak juga jajaran Forkopimda Kota Salatiga, di antaranya kapolres, kajari, Ketua PN dan dandim.

“Semoga Kota Salatiga sukses, pembangunan berjalan lancar, masyarakat sejahtera di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Yuliyanto dan Bapak Wakil Wali Kota Muh Haris serta jajaran Forkopimda Kota Salatiga.  Semoga segera bisa mengatasi pandemi korona,” kata Baehaqi sembari menyerahkan buket bunga.

Yuliyanto pun membalas ucapan selamat dan doa dari Baehaqi. “Terima kasih atas kerja sama dengan Jawa Pos Radar Semarang selama ini. Semoga Jawa Pos Radar Semarang semakin baik dalam mewartakan pembangunan yang ada di Kota Salatiga,” harapnya.

Di Wonosobo, jajaran pimpinan Jawa Pos Radar Semarang diterima langsung Bupati Eko Purnomo di Pendopo Kabupaten. Pertemuan berlangsung cukup singkat. Rombongan Jawa Pos Radar Semarang  terdiri atas Direktur Baehaqi, General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Iklan Sugiyanto, Manager Keuangan Indah Fatmawati, Radaktur Pelaksana Ida Norlayla, dan Kabiro Kedu Lis Retno Wibowo.

Baca juga:  Anak Rawan Sebar Korona, Sekolah Belum Perlu Dibuka 15 Juni

“Kami sebagai bagian dari masyarakat Wonosobo ikut mendoakan semoga Kabupaten Wonosobo bertambah sukses, pembangunannya semakin maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kata Baheaqi sembari menyerahkan buket bunga kepada bupati.

Selain itu, Pimpinan Redaksi Arif Riyanto juga memberikan koran cetak edisi HUT Kabupaten Wonosobo.

“Saya secara pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengucapkan terima kasih atas kerawuhan pimpinan media Jawa Pos Radar Semarang di hari Jadi Kabupaten Wonosobo,” ujar Bupati Eko Purnomo usai menggelar Pisowanan Mingguruan di belakang Pendopo Kabupaten.

Pihaknya menuturkan jika perayaan hari jadi tahun 2020 ini digelar tak seperti tahun sebelumnya. “Karena situasinya tak memungkinkan adanya kerumunan, maka perayaan kita lakukan secara sederhana. Tanpa meninggalkan kekhidmatan,” katanya. (ifa/git/aro/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya