Kejati Jateng Selamatkan Uang Negara Rp 45 M

331
Kajati Jateng Priyanto dan Wakajati Dita Prawitaningsih saat menerima ucapan selamat Hari Bhakti Adhyaksa 2020 dari jajaran Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin Direktur Baehaqi (23/7/2020). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Uang negara sebanyak Rp 45 miliar  berhasil diselamatkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Jumlah tersebut diperoleh dalam kurun waktu Januari-Juni 2020.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Priyanto mengungkapkan, uang tersebut diperoleh tak hanya dari pengembalian kerugian atas sebuah perkara saja. Tetapi juga dari berbagai hal, termasuk dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).

“pengembalian keuangan negara paling banyak dari pendapatan administrasi dan penegakan hukum mencapai Rp 44 miliar. Pendapatan tersebut, termasuk PNPB yang dimaksud, seperti denda tilang dan lainnya,” kata Priyanto didampingi Wakajati Jateng Dita Prawitaningsih dan seluruh asisten usai peringatan puncak Hari Bhakti Adhyaksa 2020 di kantor Kejati Jateng, Rabu (22/7).

Selain itu, kata dia, juga ada pendapatan lain yang angkanya relatif kecil, yakni Rp 96 juta. Sementara pengembalian kerugian negara dari denda perkara baik pidana umum (pidum) maupun pidana khusus (pidsus) angkanya juga relatif kecil, hanya sekitar Rp 100 juta. Sedangkan di Bidang Tata Usaha Negara (Datun) ada pengembalian sekitar Rp 700 juta.

“Di Pidum dan Pidsus, kita belum bisa mengakumulasikan angkanya. Karena banyak perkara yang ditangani Kejari. Kita bisa laporkan total semua di akhir tahun nanti. Kalau total sementara ya sekitar Rp 45 miliar yang kita selamatkan,” jelasnya.

Wakajati Jateng Dita Prawitaningsih memprediksi pengembalian keuangan negara perkara pidsus, di antaranya kasus korupsi, kemungkinan tidak akan bertambah. Pasalnya, menjelang pelaksanaan Pilkada pada Desember mendatang, kejaksaan dilarang melakukan penindakan yang berakibat membuat kegaduhan.

“Memang kami dilarang melakukan pemeriksaan yang membuat gaduh, khususnya menjelang Pilkada. Utamanya yang berkaitan dengan calon kepala daerah, agar ditunda dulu. Per Juli ini, difokuskan pada pencegahan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat kejaksaan tak banyak melakukan penindakan. Hingga Juli 2020 ini, baru ada dua perkara yang ditangani Kejati Jateng. Salah satunya, kasus suap kepegawaian di PDAM Kudus.

“OTT (operasi tangkap tangan) di PDAM Kudus kemarin karena laporan sudah banyak. Sehingga harus dilakukan penindakan. Kalau di Kejari se-Jateng, juga tak terlalu banyak penindakan, hanya sekitar 12 kasus,” jelasnya.

Di puncak perayaan HBA ke-60 kemarin, juga diumumkan sejumlah pemenang lomba oleh Asisten Intelijen Kejati Jateng Emilwan Ridwan. Untuk lomba karya tulis khusus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) se-Jateng, juara I diraih IAD daerah Purworejo, juara II IAD daerah Pati, dan juara III diraih IAD daerah Brebes. Sedangkan Juara Harapan I-III masing-masing IAD daerah Kabupaten Magelang, IAD daerah Kota Semarang, serta IAD daerah Jepara.

Sedangkan untuk lomba karya tulis jurnalistik, juara I diraih Modesta Fiska, juara II Joko Susanto dari Jawa Pos Radar Semarang, dan Juara III diraih Sunardi. Untuk Juara Harapan I-IV masing-masing diraih Tika Budiman, Baehaqi, Royce Wijaya Setya Putra, serta Sulistio.

Saat perayaan HBA 2020 kemarin, tim Jawa Pos Radar Semarang dipimpin Direktur Baehaqi hadir menyampaikan ucapan selamat kepada Kajati Jateng Priyanto. Baehaqi menyerahkan buket bunga cantik. Sedangkan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto menyerahkan poster bergambar Priyanto. Wajah Priyanto tampak gembira. Ia merasa mendapat kejutan dari tim Jawa Pos Radar Semarang.

“Terima kasih Jawa Pos Radar Semarang. Ini luar biasa. Surprise. Saya jadi utang, belum bisa datang ke kantor Jawa Pos Radar Semarang,” katanya.

Tak hanya Priyanto, Wakajati Dita Prawitaningsih pun merasa senang dengan kedatangan Jawa Pos Radar Semarang. Ia bahkan dengan erat membawa buket bunga dari koran ini. Pun dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidus) I Ketut Sumedana. “Wah luar biasa liputannya. Dua halaman full,” puji Ketut saat mengetahui liputan HBA 2020 di koran Jawa Pos Radar Semarang edisi 22 Juli kemarin.

Saat rombongan koran ini meninggalkan tempat acara di lantai 6 Gedung Kejati Jateng, Asisten Intelijen Kejati Jateng Emilwan Ridwan pun berkali-kali mengucapkan terima kasih. “Terima kasih kerja samanya. Semoga bisa terus bersinergi,” katanya. (jks/aro/bas)

 

 

Tinggalkan Balasan