alexametrics

Pelopor Perubahan di Kejaksaan

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 23 Kejaksaan Negeri (Kejari) dari 36 Kejari dan Cabjari di wilayah Jawa Tengah diajukan mendapat berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Artinya, sudah lebih dari separo dari target awal yang dicanangkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Priyanto SH, MH.

Sejak awal menjabat sebagai Kajati, Priyanto  bertekad mewujudkan transparansi di lingkungan Kejaksaan di Jawa Tengah.  Karena itu, tak lama setelah dilantik, ia mengumpulkan seluruh Kejari dan unsur pimpinan di Kejati Jateng untuk menandatangani satu komitmen.  Tepatnya, deklarasi penguatan komitmen bersama dalam rangka pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM Kejati Jateng 2020.

Intinya, ada enam perubahan yang harus  dilakukan di lingkungan Kejaksaan. Yakni, perubahan kepada pegawai dalam rangka pelayanan publik kepada masyarakat. Di antaranya, manajemen perubahan, pengawasan, serta meningkatkan pelayanan publik secara prima. “Alhamdulillah, dari 36 Kejari, sudah ada 23 Kejari yang layak mendapat predikat WBK dan WBBM,” kata Priyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Keberadaan Priyanto di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah bukan sosok baru. Ia tercatat empat kali bertugas di Kejati Jateng. Pria berkumis tebal kelahiran Wonogiri itu pernah menjabat sebagai Asisten Pengawasan Kejati Jateng, juga Asisten Pidana Umum Kejati Jateng. Sempat dipindahtugaskan ke Jakarta, Priyanto lantas kembali lagi ke Jateng sebagai Wakil Kepala Kejati Jateng.

Baca juga:  Akhirnya Mengisi Seminar Lagi

Tak lama kemudian, pada 2019, Priyanto dipromosikan menjadi Kepala Kejati Sumatera Barat. Di Sumbar, pria yang hobi bersepeda itu menorehkan prestasi.  Sebanyak 16 Kejari di Sumbar meraih predikat WBK dan WBBM. Atas raihan predikat tersebut,  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengapresiasinya dalam bentuk penghargaan.  Priyanto diganjar penghargaan sebagai pelopor perubahan di lingkungan Kejaksaan.

Tak hanya itu, suami dari Ny Wid Priyanto ini juga pernah dapat penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat untuk kategori Achievement Motivation Person 2019. Terobosan selama menjabat di Kejati Sumbar inilah yang dibawa Priyanto ke Kejati Jawa Tengah.

“Kalau di sana (Sumbar) membawahi 16 Kejari, di Jawa Tengah membawahi 36 Kejari. Awalnya saya menargetkan separo Kejari berpredikat WBK. Alhamdulillah, sekarang sudah ada 23 Kejari,” ucapnya.

Baca juga:  Tebing Longsor, Dua Rumah Rusak

Kejari yang belum meraih predikat WBK maupun WBBM, terus didorong untuk mencapai target tersebut.  “Tentu strateginya harus ditingkatkan. Kami akan berusaha maksimal,” katanya.

Yang menarik, Priyanto punya cara tersendiri untuk memonitor para Kejari-nya. Ia kerap sidak ke kantor-kantor Kejari. Biasanya, hal itu dilakukan pada Senin dan Jumat. Kenapa dua hari itu?  Semata untuk memastikan Kajarinya sudah berada di tempat. “Sabtu-Minggu biasanya ada Kajari yang pulang kampung. Jadi, untuk memastikan Senin sudah harus ngantor. Nah, kalau Jumat, memastikan mereka tetap di kantor, dan belum pulang kampung,” ucap pria penyuka wayang tersebut.

Kaitan di Jawa Tengah, Priyanto akan membantu agar investasi terus tumbuh di provinsi ini.  Karenanya, lanjut Priyanto, Kejaksaan tidak hanya semata urusan penegakkan hukum dengan cara memenjarakan orang. “Kami ke depan akan melakukan pencegahan. Serta memastikan pembangunan infrastruktur di Jateng bisa dilanjutkan,” ujarnya. (jks/isk/aro/bas)

Baca juga:  Stok Darah PMI Batang Menipis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya