ASN, PLTU dan Pasar Tradisional Jadi Klaster Menonjol di Jateng

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan vidcon dengan bupati/wali kota di kantor gubernuran, (1/7/2020). (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Ganjar Pranowo membeberkan kondisi penanganan Covid–19 di Jateng kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke kantor gubernuran, Selasa (30/6/2020). Di dalam rapat terbatas dengan Jokowi tersebut, Ganjar menjelaskan tren persebaran Covid – 19 yang masih tinggi.

“Data real time sampai sekarang (30/6/2020), jumlah ODP 50.588 kasus, dalam pemantauan 3.922, dan selesai pemantauan 46.666,” jelas Ganjar.

Ditambahkan Ganjar, untuk jumlah PDP sebanyak 8.683 kasus, pasien dirawat masih 955, pasien sembuh 6.536, dengan pasien meninggal 1.192. Sedangkan positif 3.996 kasus, pasien dirawat 1.818 dan pasien sembuh 1.856, serta pasien meninggal 322 orang.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga memperlihatkan peta epidemiologi Covid-19 di Jateng. Tampak dari peta, beberapa daerah yang sebelumnya merah, kini beranjak ke oranye dan kuning. Risiko tinggi saat ini, konsentrasi di Kota Semarang, Demak, dan Jepara.

Meski begitu, pihaknya tidak bisa melepaskan dari area Semarang Raya. Seperti Kota Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, dan Salatiga. Karenanya, peran serta pimpinan daerah, yaitu bupati/wali kota sangat vital.

“Maka sekarang kita lagi membantu kawan-kawan bupati, wali kota yang hari ini juga hadir dalam vidcon. Mereka, pasukan di depan yang kita minta untuk mengamankan daerah masing-masing,” katanya.

Pihaknya juga tengah melakukan analisis dari pasien positif. Yang mana, ada penambahan kasus yang banyak terjadi di minggu ke-26 sebanyak 922 kasus. Hal ini terjadi karena Kota Semarang aktif melakukan pemeriksaan PCR. Dan itu sudah melebihi dari target.

Di mana klaster yang paling menonjol ada dari ASN, pegawai PLTU dan pasar tradisional. Kesemuanya langsung dilakukan tindakan isolasi. “Ada pegawai PLTU, pasar tradisional di Kota Semarang, panti lansia, dan polres yang ada di Rembang. Kami sudah koordinasi dengan polda untuk kita lakukan satu isolasi di sana. Lalu ada nakes dan pegawai PLTU yang ada di Jepara,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan tes kepada mereka yang berasal dari klaster Gowa dan Temboro. Pihaknya juga melakukan analisis dari banyaknya pasien meninggal. Ternyata rata-rata memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, ginjal kronis, gagal jantung, jantung koroner, asma, stroke, dan lainnya.

Ia juga membeberkan tren harian pemeriksaan PCR di Jateng hingga 29 Juni 2020 seluruh spesimen ada 2.366. Saat ini, trennya menunjukkan grafik menurun. Terkait kesiapan laboratorium, pihaknya telah mendesak agar mereka bisa menyelesaikan dalam waktu dua hari.

“Maka kalau mereka membutuhkan pegawai tambahan, kita tambahi, Pak. Per besok pagi kita selesai melatih untuk rekrutmen para petugas untuk membantu lab-lab ini,” ucapnya.

Untuk gambaran perkembangan angka reproduksi di 35 kota dan kabupaten di Jateng per 26 Juni, lanjut Ganjar, menunjukkan hal yang dinamis.  Dalam dua minggu terakhir ada 11 kabupaten dan kota dengan angka Rt di atas 1. Hal itu juga sangat bergantung daerah dalam melaksanakan contact tracing serta pemeriksaan PCR. Dia berharap bantuan mobil dari Gugus Tugas Pusat akan bisa dimanfaatkan ke titik-titik kota dan kabupaten agar bisa membantu penanganan bisa lebih cepat.

Pihaknya juga telah menyediakan rumah sakit, dan tempat isolasi yang memadai. Langkah penanganan selanjutnya, adalah membentuk korwil di enam eks keresidenan di Jawa Tengah. Tujuannya antara lain mendorong penemuan kasus di kabupaten dan kota dengan metode contact tracing, screening, swab, dan pengiriman spesimen secara masif.

“Maka kita back up lab-nya. Dan kita uji coba di tempat wisata berupa kenormalan baru agar kita bisa tahu,” ujarnya.

Selain juga dengan pembentukan korwil di enam eks keresidenan itu untuk mendorong tata kelola laboratorium terkait penerimaan spesimen, pemeriksaan dan penyampaian hasil. (ewb/aro/bas)





Tinggalkan Balasan