Hadapi New Normal, Polda Targetkan 8.000 Kampung Siaga Covid-19

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi Kampung Siaga Covid-19 di RW 6 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, Rabu (3/6/2020). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Polda Jateng telah membentuk hampir 870 Kampung Siaga Covid-19 di seluruh Jawa Tengah. Tergetnya, di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah akan dibentuk 8.000 Kampung Siaga Covid-19 untuk menghadapi kesiapan new normal.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan, Polda Jateng bersama Pemprov Jateng dan pemkot/pemkab telah menyiapkan Kampung Siaga Covid-19. Kampung ini memberdayakan masyarakat dalam rangka ikut serta menanggulangi pandemi Covid-19.

“Di dalamnya ada edukasi kepada masyarakat, ada pemberdayaan masyarakat dan ada pemantauan masyarakat bagi mereka yang masuk wilayah kampungnya sendiri,” katanya saat mengunjungi Kampung Siaga Covid RW 6 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, Rabu (3/6/2020).

Kampung Siaga Covid-19, lanjut kapolda, diberdayakan dari masyarakat untuk masyarakat. Polri sebagai fasilitator dari kegiatan ini. Untuk seluruh jajaran Polda Jateng, sudah disiapkan 475 Kampung Siaga Covid-19.

“Rencananya akan kita bentuk hampir 870. Bulan depan akan terealisasi di 35 polres jajaran Polda Jawa Tengah,” terangnya.

Kapolda menilai wilayah RW 6 Panggung Lor sangat bagus dan sesuai protokol kesehatan. “Ini sudah bagus sekali, sudah ada imbauan menggunakan handsanitizer di mana-mana. Ada namanya lumbung pangan di masyarakat setempat. Bahkan dapur umum disiapkan dari masyarakat untuk masyarakat. Ini sangat mendukung sekali,” katanya.

Ia menambahkan, di masing-masing Kampung Siaga Covid-19 yang disiapkan Polda Jateng berbeda-beda. Pihaknya juga memuji dan ini sangat sempurna sekali.  “Targetnya nanti mencapai 8 ribu, hampir semuanya kampung siaga. Dan inipun dalam rangka untuk persiapan new normal. Kita sudah siap kalau itu ditaruh di sini,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sangat mengapresiasi langkah Polda Jateng dan jajarannya yang telah hadir mengunjungi Kampung Siaga Covid-19 di Kelurahan Panggung Lor.  Ia juga berterima kasih Polda Jateng telah memberikan fasilitas serta melakukan supervisi Kampung Siaga Covid-19, sehingga punya kekuatan untuk melakukan gotong royong.

“Apa gotong royongnya? Ya itu tadi yang disampaikan Pak Kapolda. Ada dapur umum dari warga diserahkan ke warga, buat masker dari warga yang diberikan kepada warga yang membutuhkan dan seterusnya,” bebernya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini juga menyampaikan, telah mendapat perintah dari Kapolda Jateng untuk menjadikan wilayah Kelurahan Panggung Lor sebagai role model kampung siaga. Selain itu, Hendi juga telah mendapat penyampaian dari Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis ada sebanyak 28 kampung yang sudah disiapkan menjadi Kampung Siaga Covid-19.

“Kita selanjutnya akan meneruskan seperti model yang dibuat oleh kepolisian. Kita akan terus mendukung dan memberikan support,” tegasnya.

Hendi menambahkan, salah satu yang harus diyakini bersama untuk mematahkan atau memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan masyarakat, utamanya dalam menjalankan SOP kesehatan.

“Kami butuh itu, makanya kami melihat kampung siaga ini merupakan salah satu prototipe untuk bisa membuat warganya kuat, kompak, dan bisa memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Ketua RW 6 Panggung Lor Sukisno Hadi mengatakan, awal mula dibentuknya Kampung Siaga Covid-19 terinspirasi setelah salah seorang warganya positif Covid-19. “Kita dari RT dan RW membantu caranya supaya warga ini bisa tercukupi masalah makan selama menjalani karantina. Maka timbulah ide untuk membantu dan memberikan kebutuhan makan mulai pagi, siang dan malam. Apalagi dia sebagai tulang punggung keluarga yang kena dampaknya di situ,” bebernya.

Adanya kejadian itu, warga saling gotong royong, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana untuk fasilitas membentuk Kampung Covid -19. Kampung siaga korona yang diinisiasi warga itu pun terbentuk pada awal April 2020 lalu. “Kita ada tim kesehatan, keamanan tim warga produktif, dan tim lumbung pangan. Jadi di sini ada dapur umum dan ruang isolasi yang dibuka 24 jam. Di sini juga ada tempat pembuatan masker dan disediakan handsanitizer,” jelasnya. (mha/aro/bas)





Tinggalkan Balasan