alexametrics

PRPP Bakal Dirombak Lebih Megah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemprov Jawa Tengah sudah menyiapkan ancang-ancang untuk melakukan pembenahan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng. Pembenahan besar akan dilakukan agar PRPP bisa menjadi ikon pariwisata di Jawa Tengah.

Target pembangunannya akhir tahun ini. Diharapkan akhir 2022 sudah bisa beroperasi. Rencananya PRPP akan semakin megah dan menjadi pusat etalase pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Perombakan untuk mempercantik kawasan tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menggaet investor masuk Jateng. Mengingat lokasinya sangat strategis dan mempunyai potensi wisata yang sangat besar.

Direktur Utama PT PRPP Titah Listyorini mengatakan, dalam perencanaan yang disiapkan, pembangunan meliputi pengembangan tempat pariwisata, bangunan penunjang bandara. Dilengkapi dengan hotel yang tidak lebih dari tujuh lantai dengan 300 kamar, Exhibition Hall berukuran 10 ribu meter persegi, convention hall ukuran 5 ribu meter persegi. Ruang pamer industri, pusat oleh-oleh dan restoran.

Baca juga:  Cedera Tulang Hasta karena Kecelakan Sepeda, Gubernur Ganjar Jalani Operasi di RSUP dr. Kariadi

“Jadi nanti bisa satu kawasan sehingga bisa menumbuhkan denyut perekonomian di Jawa Tengah,” katanya.

Dengan revitalisasi tersebut ia yakin bakal mengundang ketertarikan banyak investor maupun buyer dari berbagai negara. Sehingga menguatkan daya ungkit perekonomian di Jawa Tengah. Hal itu cukup beralasan mengingat kawasan PRPP dengan kawasan-kawasan unggulan untuk perekonomian. Target akhir tahun ini jalan pembangunan, bulan November dan 2022 sudah bisa digunakan. “Total investasi yang sesuai konsep kami sebesar Rp 700 miliar. Setidaknya ini ada acuan konsep inti dari kami,” tambahnya.

DPRD Jateng terus meminta agar PRPP berbenah agar bisa menjadi ikon menarik. Apalagi DPRD Provinsi Jawa Tengah sedang merampungkan Raperda tentang Perubahan Status PT PRPP Jawa Tengah menjadi perusahaan Perseroan Daerah.

Baca juga:  Empat Penjabat Bupati dan Wali Kota Dilantik Malam Ini

Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah Agung BM mengatakan, PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai amanat pasal 410 tersebut, kemudian mewajibkan seluruh BUMD di Indonedia, termasuk PT PRPP diwajibkan berganti status nama badan hukum. Pilihannya dapat berganti menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perseroan Daerah (Perseroda).

Agung BM menambahkan dalam laporan yang disusun manejemen PT PRPP Jawa Tengah, saat ini komposisi modalnya, 78,5 persen sahamnya milik Pemerintah Provinsi. Sementara 21,5 persen sisanya milik Pemerintah Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Dari komposisi ini, bila pilihannya Perseroda, meski saham pemerintah dapat sampai dengan 100 persen, secara bisnis harus mampu kompetitif.

Baca juga:  Jalan Tol Banyak Lubang, Ganjar: Segera Perbaiki

Dengan semangat perubahan, gagasan perubahan PT. PRPP harus dilakukan secara cermat dan komperhensif. Pelibatan steakholder terkait, seperti pelaku bisnis pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), serta pemerintah setempat.

“Sehingga tidak hanya dari sisi status, kesemuanya siap berubah menjadi New PRPP. Masukan dari berbagai steakholder, juga sangat penting bagi DPRD Jawa Tengah, khususnya Komisi C, agar lebih jelas dan terukur Perda yang akan dibahas dan disahkan,” tambahnya. (fth/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya