Satu Pekerja Migran Terindikasi Reaktif

144
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan Pekerja Migran Indonesia yang tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai berdatangan ke Jawa Tengah. Setelah Senin (19/5/2020) lalu sebanyak 57 PMI asal Malaysia tiba di Jateng, Selasa (20/5/2020) pagi kemarin, sebanyak 39 PMI mendarat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

PMI yang datang langsung dilakukan rapid test. Hasilnya, Untuk PMI yang turun melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, hasil rapid test-nya semuanya tidak reaktif. Hanya ada satu PMI yang reaktif, namun bukan dari bandara, tapi PMI yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas.

Untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan ketat, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau langsung penanganan para PMI yang baru mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang itu. Ganjar didampingi General Manager Angkasa Pura I Hardi Ariyanto, Kepala Dinas Kesehatan Jateng M Yulianto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari.

Ia sempat berkeliling untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan dalam penanganan para PMI. Di tempat itu, Ganjar cukup puas dengan penerapan protokol kesehatan terhadap para PMI. Begitu turun dari pesawat, semua PMI dibawa ke ruangan khusus yang terletak di depan Ruang Imigrasi Bandara untuk dicek kesehatannya.

Satu persatu PMI yang datang langsung dilakukan rapid test serta pengecekan kesehatan lainnya oleh puluhan petugas yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Saat antre, mereka juga duduk dengan kursi yang diatur jaraknya.

Meski mencoba mengajak ngobrol dengan para PMI ataupun petugas, Ganjar tetap menaati protokol kesehatan yang ditetapkan. Ia tetap jaga jarak, memakai masker dan berkacamata khusus saat berbicara dengan para PMI dan petugas yang ada di sana.”Mau pulang ke mana ini? Sudah rapid test kan? Sehat-sehat ya, jangan lupa nanti dikarantina dulu, biar semuanya aman,” ucap Ganjar dijawab siap oleh para PMI itu.

Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan terhadap PMI di Bandara Ahmad Yani Semarang sudah dilakukan ketat. Pihak Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah menyiapkan semua protokol dengan baik.

Alhamdulillah bagus, semuanya bisa lancar karena sudah dipersiapkan dengan baik. Sehingga meski pengecekan secara ketat, tapi mereka kawan-kawan PMI ini tetap merasa nyaman dengan pelayanan ini,” katanya.

Usai dicek kesehatannya di bandara, semua PMI tersebut, lanjut Ganjar, akan dibawa ke tempat karantina sementara di BPSDM Jateng. Di sana, mereka juga akan menjalani pemeriksaan sebelum dijemput pihak kabupaten/kota masing-masing untuk dikarantina di sana.

“Semua kami pull di BPSDM, sambil kami komunikasi dengan kabupaten/kota untuk di-imput. Tapi ada yang dijemput ada yang tidak, nanti yang tidak tetap kami fasilitasi di tempat karantina kami itu,” terangnya.

Disinggung hasil pengecekan kesehatan terhadap para PMI yang sudah tiba di Jateng, Ganjar menerangkan semuanya menunjukkan hasil yang baik. “Hasil tes sampai hari ini negatif. Untuk PMI yang turun melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, rapid test-nya semuanya tidak reaktif. Hanya ada satu PMI yang reaktif, itu bukan dari sini (bandara), tapi dari kapal (pelabuhan).

Sementara itu, para PMI yang baru tiba di Jateng menyatakan siap mengikuti peraturan pemerintah. Mereka juga siap melakukan karantina selama 14 hari saat tiba di kampung halaman masing-masing.

“Saya sudah dites di Malaysia, hasilnya negatif. Tadi juga dites di sini (bandara) hasilnya negatif. Tapi saya siap dikarantina, demi kesehatan bersama tidak masalah,” kata Karyono, PMI asal Pati.

Hal senada disampaikan Mulia, 36, PMI asal Banyumas. Perempuan yang sudah bekerja tiga tahun di Malaysia itu mengatakan siap dikarantina.”Ndak papa, lebih bagus itu. Saya siap dikarantina agar semuanya aman,” ucapnya. (ida/aro/bas)





Tinggalkan Balasan