Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Dibuka Lagi 8 Juni

212
Kawasan Candi Borobudur bakal kembali dibuka untuk wisatawan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Sejak ditutup Maret lalu hingga Mei, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) diperkirakan telah kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 150 miliar. Saat ini, PT Taman Wisata Candi (TWC) sedang mempersiapkan segala hal sesuai perencanaan dibukanya kembali pada 8 Juni mendatang.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengatakan, penutupan kawasan wisata candi ini sudah berlangsung tiga bulanan. Imbasnya, PT TWC berpotensi kehilangan pendapatan cukup besar. “Estimasi kalau kita average dengan target kami selama satu tahun, mungkin sekitar Rp 150 miliar, kita kehilangan pendapatan,” katanya Selasa (19/5/2020).

Selama kawasan candi ditutup, pemeliharaan dan perawatan tetap dilakukan. Bahkan, menurut Edy, perawatan taman pun tetap dilakukan agar terlihat bagus dan nyaman bagi pengunjung.“Perawatan kan tetap, kan bisa dilihat, rumputnya selalu bagus. Kita tekankan meskipun work from home, tapi teman-teman yang terkait maintenance taman tetap jalan,” ujarnya.

Edy menuturkan, pihaknya berencana akan mulai membuka kembali kawasan wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko pada 8 Juni. Direncanakan sebelum dibuka untuk umum, akan dilakukan simulasi dengan penerapan protokol baru yang akan dilangsungkan di kawasan wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Protokol baru yang diterapkan tersebut berlaku bagi semua wisatawan, baik wisman maupun wisnus. Dalam protokol ini, pengunjung setelah dicek suhu tubuhnya akan diberikan stiker sesuai warna hijau, kuning atau merah tergantung dari hasil pengecekan suhu tubuhnya. (had/bas)





Tinggalkan Balasan