Persiapan Haji Tetap Berjalan

192
Kanwil Kemenag Jateng memasuki tahap pelunasan dan pengumpulan paspor untuk pelaksanaan haji 2020. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah tetap melanjutkan tahapan penyelenggaraan haji tahun 2020. Meski sempat beredar kabar pelaksanaan haji tahun ini batal, namun mereka tetap bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jateng, Zainal Fatah menuturkan hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait pembatalan haji tahun ini. Sehingga pihaknya memutuskan untuk tetap melanjutkan tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Pihaknya mengaku persiapan yang dilakukan telah mencapai tahap pelunasan dan pengumpulan paspor. Guna dilakukan scanning untuk persiapan pengajuan visa para jemaah.”Untuk Jateng sendiri yang akan berangkat haji tahun ini ada sekitar 30.091 jamaah. Mereka saat ini masih dalam tahap pelunasan sampai 31 Mei mendatang,” ujarnya.

Pihaknya melanjutkan tidak ada kata ideal terkait waktu untuk memutuskan penyelenggaraan ibadah haji. Seandainya dalam waktu singkat pemerintah Arab Saudi mengumumkan tetap membuka pelaksanaan ibadah haji, maka pihaknya harus siap sedia.

Maka dari itu proses penyelenggaraan tahapan haji tidak boleh berhenti. Sehingga jika hal tersebut terjadi, pihaknya tidak kewalahan mengurus segala keperluan jamaah pada tiap tahapan yang harus dilalui.”Kalau dibuka mepet ya kita tetap siap. Seandainya batal pun ya diberangkatkan tahun depan,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Jawa Tengah (Amphuri Jateng), Endro Dwi Cahyono menuturkan menurut kabar ia ia terima, pihak Arab Saudi belum memutuskan untuk tetap menggelar atu tidak ibadah haji tahun ini.

Maka dari itu mereka mengeluarkan putusan agar seluruh negara peserta untuk menunda kontrak apapun terkait layanan haji. Meskipun begitu ia mengaku akan menghormati keputusan dari pemerintah Arab Saudi apapun hasilnya nanti.

Sekalipun kemungkinan terburuk yakni pembatalan haji di ambil, semua pasti telah melalui pertimbangan yang matang untuk kesehatan para jamaah itu sendiri.”Kan tidak hanya kita yang dari luar, penduduk dalam negerinya saja dibatasi masuk makkah. Maka dari itu kita hargai saja seandainya memang batal, mungkin itu langkah terbaik yang bisa diambil,” lanjutnya.

Tak lupa, pihaknya juga mengapresiasi langkah Kemenag Jateng yang tetap melanjutkan proses tahapan penyelenggaraan haji tahun ini. Meskipun ditengah ketidakjelasan mereka tetap melakukan yang terbaik. Pihaknya juga meminta agar para jamaah dapat sabar menunggu keputusan. Dan menerima segala kemungkinan termasuk jika pembatalan harus dilakukan.

“Ini musibah, jadi tidak ada yang salah. Lebih baik kita semua doa agar korona bisa segera berakhir dan dalam waktu tiga bulan pemerintah Saudi sudah bisa membereskan masalah ini,” pungkasnya. (akm/bas)





Tinggalkan Balasan