Perayaan Sederhana yang Khidmat dan Penuh Makna

HUT Ke-57 Bank Jateng

265
Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno memotong tumpeng disaksikan jajaran direksi dan disiarkan secara serentak melalui live streaming di setiap Kantor Cabang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) digelar secara sederhana di Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Senin (6/4/2020), berlangsung khidmat dan penuh makna.

Peringatan HUT tersebut diisi dengan doa bersama, potong tumpeng, peresmian penggunaan lampu solar cell logo 57 tahun Bank Jateng. Selain itu, pidato sambutan Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno, yang diikuti oleh para karyawan di setiap Kantor Cabang secara live streaming serentak.

Supriyatno dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan dengan adanya wabah penyebaran Covid-19, yang telah menimbulkan kondisi kedaruratan. “Belum pernah kita mengalami situasi yang mengaduk-aduk emosi dan menyentuh rasa kemanusiaan seperti ini. Bahkan risau mendalam mungkin menyelimuti sanubari kita. Apa yang akan terjadi seandainya virus korona mengenai diri dan keluarga kita. Kesadaran atas renungan semacam itu menjadikan peringatan Hari Jadi Bank Jateng menjadi semakin bermakna,” papar beliau.

Kendati begitu, pihaknya bersyukur, posisi per akhir Maret 2020, aset mencapai Rp 71,108 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp 55.741 triliun, dan kredit Rp 48.864 triliun. Sedangkan laba usaha sebelum pajak Rp 308 miliar. Operasi usaha didukung oleh jaringan kantor cabang, KCP dan Kantor Kas, Payment Point, ATM, Kas mobil, EDC, CDM, Agen laku pandai saat ini berjumlah 3.091 jaringan layanan operasional.

Ia berharap, Bank Jateng ke depan akan semakin cepat memasuki era layanan digital banking. Tuntutan atas akselerasi dan peran teknologi semakin mendesak. Seperti halnya segera hadir layanan seperti smart card untuk pensiunan, ready cash, dan mobile banking.

Begitu pula SDM, menurutnya, ke depan akan semakin mengarah pada kebijakan strategis di antaranya menyangkut, review proses bisnis dan struktur organisasi, review kamus kompetensi, review performance management, job grading, dan perbaikan penghasilan. Organisasi menyadari perlunya akselerasi implementasi atas kebijakan ini mengingat dari total pegawai per Maret 2020 sebanyak 3,931 pegawai, 2,948 pegawai atau 75,34 persen merupakan generasi milenial atau berusia di bawah 40 tahun yang lahir setelah tahun 1980. (tri/ida/bas)





Tinggalkan Balasan