Talut Bodri Rawan Jebol, Warga terpaksa Mengungsi

501
Warga dibantu DPUPR dan BPBD Kendal melakukan penambalan batu bronjong yang jebol pada talut Sungai Bodri. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kondisi talut Sungai Bodri di Desa Lanji kondisinya semakin kritis. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan jebol. Terutama jika kondisi volume air naik.

Pantauan koran ini, talut yang nyaris jebol sepanjang 20 meter. Kondisinya saat ini hanya bertumpu dari tumpukan batu bronjong yang dibangun menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) 2019 lalu. Itupun saat ini kondisi bagian bawah sudah gerowong akibat diterjang derasnya arus sungai yang meluap akibat lebatnya hujan yang turun.

Warga setempat menjadi khawatir. Pasalnya hujan deras telah membuat sungai meluap. Akibatnya batu bronjong menjadi gerowong bagian bawah. Sehingga menjadi celah air masuk ke area pemukiman padat penduduk.

Bahkan warga terpaksa harus mengungsi dan mengamankan barang-barang berharga jika volume air sungai naik. Sebab air masuk ke pemukiman warga  melalui celah gerowongan yang berada di bawah tumpukan batu bronjong.

“Dalam sepekan ini saja, warga sudah digemparkan dengan kondisi volume air sungai tinggi. Warga ketakutan terpaksa harus mengungsi ke tempat saudaranya yang jauh dan lebih aman,” kata Ketua Rw setempat Puji Sumaryono.

Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, maka sewaktu-waktu tanggul bisa jebol. Oleh warga setempat dibantu dari Dinas Pekerjaan Umum dan  Penataan Ruang (DPUPR)  Kendal, melakukan penutupan sementara bronjong tanggul Sungai Bodri yang bocor dengan karung berisi pasir.

Langkah ini untuk mengantisipasi kejadian serupa, mengingat curah hujan di daerah atas masih tinggi dan penanganan permanen belum dilakukan. Tumpukan karung berisi pasir ini berlapis karena kondisi bronjong bocor sangat parah. “Tapi kami warga tetap khawatir, karena ketahanan karung pasir ini sifatnya hanya sementara. Jika sungai meluap lagi, maka lama-kelamaan akan tergerus,” kata Ngadri, warga setempat.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan penutupan bronjong yang bocor dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi kebocoran bronjong. “Ini sifatnya hanya sementara. Untuk penanggulangan secara permanen, kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi yang memiliki kewenangan,” tandasnya.

Diakuinya jika tTanah talut penahan sudah tidak ada karena tergerus air sungai. Jadi penahan talut saat ini hanya bergantung pada batu bronjong. “Hasil rapat bersama dinas dan BPBD Kendal, maka untuk penanganan sementara dilakukan penambalan lubang pada bronjong.

Pihaknya masih menunggu dana tanggap darurat, agar bisa segera dilakukan perbaikan bronjong sehingga warga di sekitar tanggul tidak lagi cemas dan was-was jika debit air sungai bodri naik. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan kami baik Sekda Kendal maupun Bupati Kendal. Sehingga harapannya bisa segera ditangani,” imbuhnya. (bud/bas)





Tinggalkan Balasan