Pembangunan Jatidiri Tahap Lima Sedot Rp 100 M

Pembangunan Stadion Utama Jatidiri masih berlanjut dan tahun ini memasuki tahap kelima dengan anggaran Rp 100 miliar. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pembangunan Stadion Utama Jatidiri tahap kelima kembali berlanjut. Tahun ini, fokus pada pemasangan atap sisi barat, kelengkapan sarana prasarana seperti lampu dan beberapa peralatan untuk pertandingan sepak bola dan atletik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Renovasi GOR Jatidiri Prambudi Trajutrisno menuturkan, sampai saat ini progres pembangunan stadion utama sudah mencapai 80 persen. Guna memenuhi target selesai pada tahun 2021, pihaknya mengajukan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen pendukung lelang. Nantinya setelah disetujui Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, lelang dapat segera dilakukan. “Saat ini sedang menunggu persetujuan dari dinas teknis dalam hal ini Dinas PU. Karena lelang baru dilakukan setelah gambar disetujui,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, tahun ini Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk pembangunan tahap lima. Sebelumnya sejak tahun 2016 sampai dengan 2019, total penyerapan anggaran renovasi Jatidiri telah mencapai Rp 436 miliar.

Jika digabung, Pemprov telah mengalokasikan Rp 536 miliar untuk memperbaiki stadion kebanggaan warga Semarang tersebut. Meski begitu, pihaknya menilai jumlah tersebut masih kurang dari master plan yang ia buat. “Kalau menurut taksiran kami untuk stadion utama membutuhkan anggaran sekitar Rp 650 miliar. Tahun ini cuma terealisasi Rp 100 miliar saja,” ujarnya.

Walaupun di tengah keterbatasan anggaran, pihaknya mengaku cukup bangga. Meski dituntut efisiensi, ia masih mampu membangun stadion dengan kelas internasional. Bahkan kualitasnya sama seperti stadion di Papua yang dipergunakan untuk PON. “Kemarin sudah cek lapangan atletiknya dan Alhamdulillah sudah kelas satu atau bisa dikatakan memenuhi standar internasional,” lanjutnya.

Ke depan pihaknya berharap pembangunan Jatidiri dapat dilakukan secara multiyears. Sehingga dapat terus melakukan pembanggunan tanpa harus menunggu proses lelang terjadi. Tentu saja, para atlet dapat segera menikmati fasilitas guna mendukung prestasi mereka. “Kasihan ada cabor yang menyewa di luar karena stadion belum jadi. Ya semoga saja ini bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya. (akm/ida/bas)

Tinggalkan Balasan