alexametrics

Antisipasi Ledakan Korona, Jateng Siapkan 11 RS Khusus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 11 rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi jika ada pasien Covid-19. Selain itu, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya ledakan kasus Covind-19, pemprov juga menyiapkan satu rumah sakit khusus milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, di masing-masing rumah sakit yang disiapkan, pemerintah telah menambah ruang-ruang isolasi. Termasuk menyiapkan sumber daya manusia, baik tenaga medis maupun tenaga kesehatan lainnya.

”Kami juga menyiapkan pembiayaan untuk operasionalisasi rumah sakit apabila terjadi kasus. Kemudian menyiapkan sarana dan prasarana, terutama alat pelindung diri kami pastikan jumlahnya cukup. Ini untuk pencegahan kontaminasi bagi petugas kesehatan yang menangani pasien,” ujarnya.

Baca juga:  27 Kamera ETLE di Jateng Terkoneksi Secara Nasional

Tidak hanya itu, kepada seluruh direktur rumah sakit pemerintah, TNI, Polri maupun swasta, pihaknya meminta untuk kembali menyosialisasikan SOP di masing-masing rumah sakit. Terutama terkait dengan penanganan kasus dugaan terinfeksi atau yang positif terinfeksi Covid-19.

Yulianto mengatakan, upaya pencegahan juga dilakukan dengan mengoptimalkan deteksi dini dan pengawasan. Terutama kepada para pelaku perjalanan yang melalui pintu masuk Jawa Tengah. ”Ada tiga pintu masuk, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Boyolali dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Saya sudah koordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk lebih mengoptimalkan alat deteksi suhu tubuh yang selama ini sudah ada,” katanya.

”Alat itu dapat mendeteksi selanjutnya akan dilakukan investigasi lanjut apakah orang tersebut ada kecenderungan terinveksi,” tambahnya.

Baca juga:  Dikenal Cerdas, Begini Sosok Captain Didik di Mata Keluarga

Selain itu, lanjut dia, kepada mereka yang berasal dari negara/ daerah terjangkit, pemerintah akan memberikan Health Alert Card (HAC).

Dalam upaya ini, ia meminta kerja sama dari semua masyarakat. Ini adalah masalah bersama. Sehingga ia meminta masyarakat menginformasikan dengan sesungguhnya kepada petugas kesehatan mengenai kondisi kesehatannya.

Lebih lanjut ia katakan, peningkatan pengawasan juga dilakukan kepada tenaga kerja asing yang bekerja di Jawa Tengah. Upaya pengawasan ini dilakukan bersama kabupaten/kota.

”Selanjutnya adalah melakukan respon apabila terdeteksi ada suspect. Maka segera merujuk ke rumah sakit yang telah kami siapkan. Terutama di RSUP dr Kariadi Semarang, RSUD Tugurejo Semarang, RSUD dr Moewardi Surakarta dan RSUD Margono Soekarjo Purwokerto,” ujarnya.

Baca juga:  Pelanggaran Lalu Lintas Jateng Turun Drastis

Menyampaikan pesan gubernur, Yulianto mengatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan diumumkannya ada dua pasien positif Covid-19 di Indonesia. Namun demikian, gubernur meminta masyarkat tetap waspada serta membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

”Gunakan masker apabila berada di lingkungan yang dimungkinkan terjadinya penularan. Sekali lagi masyarat tidak harus panik. Tapi musti tetap jaga kesehatan. Minum air putih banyak, makan buah dan sayur, istrirahat cukup, serta olahraga. Terus meningkatkan daya tahan tubuh,”ujar gubernur.

Selama ini, di Jawa Tengah sudah diobservasi 18 pasien dengan dugaan terinfeksi korona. Hingga saat ini, semuanya tidak ada yang ditemukan positif. (sga/lhr/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya