Gandeng Dinas Pariwisata, KKN Upgris Gelar Pelatihan Membatik

178
PELATIHAN BATIK : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang mendampingi pelatihan membatik di Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Selasa (11/2). (DOKUMEN PRIBADI)
PELATIHAN BATIK : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang mendampingi pelatihan membatik di Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Selasa (11/2). (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, GROBOGAN – Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu desa yang mengembangkan batik sebagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun demikian, di dalam pengembangan tersebut terdapat beberapa permasalahan terkait dengan pembuatan dan pemasaran produk.

Menyadari hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang berinisiatif memberikan pelatihan pembuatan batik tulis serta sosialisasi marketing berbasis online, Selasa (11/2). Mulai dari pemilihan bahan pembuatan batik, pembuatan motif batik, serta pemasarannya secara lebih luas.

Pelatihan dilakukan di Balai Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Sebanyak lima orang dari paguyuban Batik Tulis Asri serta 16 pemuda setempat ambil bagian di acara tersebut. Mereka diberikan pelatihan cara pembuatan batik tulis serta pemasaran secara online.

Salah satu pemateri yakni Dwi Marviana dari Dinas Pariwisata Demak menekankan tentang motif dan bahan pembuatan batik tulis yang berasal dari bahan alami di lingkungan sekitar seperti rempah-rempah.

“Tiap daerah memiliki ciri khas batik tulis masing-masing. Bahan pembuatan batik tulis terutama pewarnanya bisa diambil dari lingkungan sekitar agar ramah lingkungan serta warnanya lebih alami. Selain itu, batik ini juga dapat dijadikan sektor pariwisata yaitu dengan membuka wisata edukasi,” ujar Dwi Marviana kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada saat pelatihan, peserta tampak antusias mendengar dan mempraktikkan materi yang telah disampaikan.

Salah satu peserta, Alfi Rahmawati merasa beruntung karena mendapat pengetahuan yang jarang ia dapatkan.“Pelatihan dan sosialisasi ini menjadikan rasa ingin tahu saya tentang budaya lokal semakin tinggi terutama tentang batik tulis. Ke depannya jadi berminat untuk lebih mendalami tentang batik dan supaya bisa memasarkannya secara luas,” ujar Alfi.

Kepala Desa Mlilir Khambali pun memberikan apresiasi yang besar terkait pelatihan pembuatan dan pemasaran batik tulis di desanya itu. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk memotivasi para generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Ke depan, diharapkan pemuda Desa Milir memiliki semangat yang besar untuk membangun usaha sekaligus melestarikan budaya. (nor/zal)

Tinggalkan Balasan