alexametrics

Kanal Distribusi Keagenan Cigna Melonjak Tajam

Posisi di Peringkat AAJI Terus Meningkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SOLO– Perusahaan asuransi jiwa PT Cigna Asuransi Indonesia (Cigna Indonesia) meyakini akan mencetak pertumbuhan signifikan untuk kanal distribusi keagenan sepanjang tahun ini. Hal itu didukung semakin masifnya layanan digital serta penetrasi para flying agen Cigna ke berbagai daerah di pelosok Tanah Air.

“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti pertumbuhan keagenan mencapai 40 persen. Makanya, kami yakin peringkat kami di AAJI akan terus meningkat,” ujar Director and Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani seusai acara Top Agent Award 2018 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Solo, Sabtu (10/8).
Dini menjelaskan, tahun lalu Cigna meraih peringkat ke-22 di ranking Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), atau naik dari tahun 2017 yang di posisi ke-25. Pencapaian itu ikut didongkrak kenaikan pendapatan premi dari keagenan. Cigna memulai kanal distribusi keagenan sejak 2015 untuk melengkapi kanal distribusi telemarketing dan kanal distribusi affinity marketing (mitra institusi keuangan dan nonkeuangan).

Baca juga:  Blank Spot Persulit Siswa Belajar

Menurut Dini, kontribusi dari kanal ini meningkat tajam setelah pada awal 2017 Cigna memperkuat agen-agennya dengan aplikasi digital yang dikenal dengan e-apps. Inovasi layanan aplikasi digital ini memang diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis keagenan.
Dengan sistem terintegrasi, aplikasi elektronik e-apps ini akan meningkatkan efisiensi dan profesionalitas para agen, sehingga akses nasabah untuk memperoleh asuransi Cigna Indonesia semakin cepat dan mudah.
Saat ini dari 500 agen yang dimiliki Cigna, hampir seluruhnya telah menggunakan e-apps untuk melayani nasabah. Ia melanjutkan, layanan e-apps itu juga sangat menolong para flying agent yang menjadi “agen spesial” Cigna. Mereka bisa menjangkau daerah-daerah lain dengan cepat.

Dari puluhan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, saat ini baru Cigna yang serius mengelola dan memiliki flying agent. Menurut Dini, flying agent mirip sniper di dunia militer. Mereka memiliki tugas khusus dengan pencapaian target jitu. Performa pencapaian flying agent Cigna yang jumlahnya sekitar 40 orang itu mencapai 85 persen.
Ia menambahkan, para flying agent ini memberi kontribusi sekitar 35 persen dari pendapatan premi bisnis baru Cigna dari kanal distribusi keagenan.

Baca juga:  Pencari Kerja Meningkat, Agustus Capai 12.095 Pelamar

Berdasarkan catatan, tahun lalu, pendapatan premi bruto Cigna dari kanal distribusi keagenan sebesar Rp 93,87 miliar. Cigna meraih rata-rata pertumbuhan tiap tahunnya di kanal distribusi ini sebesar 57,05 persen. Tahun 2017, pendapatan premi bruto atau total Gross Written Premium (GWP) keagenan sebesar Rp 75,48 miliar dan pada 2016 senilai Rp 39,73 miliar. Kontribusi dari kanal keagenan terhadap GWP Cigna sebesar mencapai 8,2 persen, padahal dua tahun sebelumnya baru 3 persen. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp 19,53 miliar.

Menurut Dini, dengan flying agent, pihaknya tidak perlu memiliki banyak kantor, dan itu mengurangi pengeluaran bagi perusahaan, Sepanjang tahun ini, pihaknya sama sekali tidak ekspansi untuk penambahan jaringan kantor karena fokus pada pengembatan platform digital. “Tapi tahun depan kami akan buka satu atau dua kantor sebagai branding Cigna,” ujar dia. (bis/aro)

Baca juga:  Soal Pungli di Sekolah, Ganjar: Sudah Ada yang Lapor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya