24 C
Semarang
Minggu, 29 Januari 2023

Cegah KDRT, Segera Bentuk Women Crisis Center

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Antisipasi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan, sejumlah aparat desa dan aparat penegak hukum digembleng pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri. Pelatihan itu agar akses layanan keadilan untuk perempuan di desa bisa terbentuk.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang sebagai salah satu fasilitator mengungkap, dari hasil pelatihan akan dibentuk Women Crisis Center (WCC).

“Tujuan pembentukan WCC untuk mewujudkan 4 Pilar yakni Pencegahan, Pendampingan, Pemulihan dan Pemantauan terhadap kekerasan terhadap perempuan di wilayah desa/kelurahan, dan untuk meminimalisir angka kekerasan perempuan dan anak,” kata Direktur LBH APIK Semarang Raden Ayu Hermawati pada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, desa atau kelurahan menjadi garda terdepan penerimaan pengaduan kasus. Sehingga diharapkan memahami dan mengetahui mekanisme penanganan kasus terhadap perempuan dan anak. Hal ini penting mengingat Indonesia gawat darurat kasus KS, namun perwujudan perlindungan terhadap korban belum terimplementasi maksimal.

Baca juga:  Minta Pemerintah Bentuk Peraturan Hak Nafkah Anak

“Peserta diberi materi seputar kekerasan berbasis gender, mekanisme alur penanganan kasus, teknik pendampingan kasus, Kode Etik pendampingan yang mengatur tentang hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan pendamping saat pendampingan,” tambahnya.

Sasaran Desa WCC di tiga daerah di Jawa Tengah, yakni Klaten, Salatiga, dan Sukoharjo. Dipilihnya tempat tersebut karena kekerasan terhadap anak dan perempuan tinggi yakni adanya perkawinan anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Rata-rata masyarakat masih beranggapan kasus kekerasan seksual dan KDRT adalah aib. Sehingga penyelesaiannya melalui perkawinan dengan menikahkan pelaku dengan korban,” tambahnya. (ifa/fth)

Reporter:
Ida Fadilah

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Menarik

Artikel Menarik Lainnya