alexametrics

Pemkot Semarang Tanggung Biaya Pendidikan Anak Iwan Boedi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang tengah menyiapkan dukumen berupa administrasi yang berkaitan dengan hak yang dimiliki Iwan Boedi Prasetijo Paulus, PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Kepala  Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Abdul Haris mengatakan, Iwan Boedi memiliki hak berupa santunan kematian dan tabungan dan asuransi pegawai negeri (Taspen). Pihaknya mengaku sedang mempersiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar bisa diterima ahli waris.

“Kita baru merinci kaitannya dengan persyaratan. Misalnya, dokumen dari kepolisan. Sambil menunggu itu, kita siapkan untuk Taspen, santunan kematian, dan lainnya,” kata Haris saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/9).

Mantan Kepala Kesbangpol ini menjelaskan, khusus kasus Iwan Boedi ini berbeda lantaran dia diduga meninggal karena dibunuh saat bertugas kedinasan. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal saat berdinas, akan mendapatkan penghargaan dari pemkot gelar anumerta.

Baca juga:  Bacok Pencuri, Dituntut Dua Tahun Penjara

“Pemberian gelar anumerta itu contohnya ketika sedang bertugas, berangkat kantor meninggal di jalan, bekerja di kantor ada hal yang menimbulkan kematian. Intinya tugas kedinasan,” jelasnya.

Namun BKKP, kata dia, akan melihat apakah Iwan Boedi bisa mendapatkan gelar anumerta. Diketahui, sebelum kejadian, Iwan Boedi memang berangkat ke kantor dan dinyatakan hilang pada 24 Agustus 2022. Pegawai Bapenda tersebut ditemukan dalam kondisi tewas terbakar pada 8 September lalu. “Kita lihat dulu apakah bisa (dapat gelar anumerta, Red). Kalau memang bisa, nanti akan ada sidang dari BKN Pusat,” bebernya.

Menurutnya, pengurusan administrasi untuk kematian biasa hanya memakan waktu satu hingga dua bulan. Sedangkan administrasi kematian ASN yang mendapatkan gelar anumerta bisa mencapai satu tahun. “Kebijakan anumerta nilainya lebih tinggi. Termasuk kebijakan Taspen juga lebih tinggi nilainya. Prinsipnya, kita siap membantu hak dari Mas Iwan,” tandasnya.

Baca juga:  Koleksi Helm Valentino Rossi dan Marc Marquez, Harga hingga Rp 18 Jutaan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku telah bertemu keluarga Iwan Boedi di rumah duka, belum lama ini. Rencananya, pihaknya akan memberikan bantuan seperti biaya pendidikan anak Iwan Boedi. “Saya minta keluarga bisa berkomunikasi dengan pemkot, karena paseduluran saya sampaikan apapun kesulitannya untuk berkomunikasi. Termasuk untuk biaya pendidikan, nanti akan jadi tanggungan pemkot,” jelasnya.

Hendi –sapaan akrab wali kota– berharap, keluarga bisa diberikan kekuatan dan almarhum Iwan Boedi dilapangkan menuju surga. Hak yang didapatkan ahli waris mendiang Iwan Boedi, lanjut Hendi, akan diselesaikan BKPP. Selain itu, Hendi juga memiliki rencana mengumpulkan jajarannya untuk gotong royong membantu keluarga Iwan Boedi.

“Kalau hak korban ini diselesaikan BKPP, misalnya gaji dan lainnya. Nanti kalau memang memungkinkan, kawan-kawan akan gotong royong membantu keluarga,” katanya.

Baca juga:  Kasus Percobaan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Kedungpane Belum Terungkap

Hendi menegaskan, pihaknya meminta semua ASN di lingkungan Pemkot Semarang untuk bisa mendukung kepolisian agar misteri meninggalnya Iwan Boedi bisa segera terungkap. Salah satunya terkait data yang dibutuhkan kepolisian. “Saya minta kepada teman-teman pemkot bisa support data yang dibutuhkan polisi agar kasus ini bisa terungkap,” harapnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya