alexametrics

Jenazah Pegawai Bapenda Semarang yang Tewas Dibunuh Dimakamkan di TPU Salaman Mloyo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jenazah Iwan Boedi Prasetijo Paulus, 51, yang ditemukan hangus terbakar di lahan semak belukar CV Royal Family, Kawasan Marina, Tawangsari, Semarang Barat rencananya akan diambil oleh pihak keluarga, Rabu (21/9) hari ini.  Rencananya, jenazah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang ini akan dimakamkan di TPU Salaman Mloyo, Semarang Barat, Kamis (22/9) besok.

“Besok (penyerahan jenazah). Tadi kita sudah ke Polrestabes Semarang. Besok (hari ini) ke kamar mayat mengambil jenazah sekitar pukul 09.00 sampai 10.00,” ungkap istri almarhum Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati, saat berada di TKP Marina kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/9).

Theresia Onee Anggarawati datang ke lokasi penemuan jasad suaminya itu tidak sendirian. Ia bersama tiga anaknya dan sejumlah kerabat. Rombongan Onee tiba sekitar pukul 14.10. Mereka membawa satu buket bunga. Onee yang bermasker hitam dan memakai baju hitam motif bunga duduk di dekat TKP jasad suaminya ditemukan Kamis (8/9) lalu. Terlihat masih ada garis polisi yang terpasang di lokasi.

Rombongan duduk dan melakukan tabur bunga. Terlihat Onee berdoa di lokasi. Sesaat kemudian Onee tampak berurai air mata. “Hari ini (kemarin) tabur bunga, mendoakan. Mungkin ini doa dari anak-anak yang terakhir di sini. Kita sudah tidak mau lagi. Makanya kita pamit. Intinya bapak sudah pulang, dan jenazah sudah bisa diambil. Mudah-mudahan saya tidak ingin melihat tempat ini lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Makam Kiai Guru Asy'ari selalu Ramai Para Santri

Onee bersama anak dan kerabatnya berkeliling di lokasi tersebut untuk melakukan tabur bunga diiringi doa bersama. Istri korban tampak terpukul. Wajahnya tampak memendam kesedihan yang dalam. Ia bergelayut di tangan putrinya. Anak lelakinya tampak menenangkan ibunya.

Ia mengaku belum mendapat hasil tes DNA secara resmi dari pihak kepolisian. “Belum, kelihatannya besok (hari ini) sekalian,” katanya.

Seperti diketahui, jasad Iwan ditemukan hangus terbakar dan sulit dikenali, karena kondisi tubuhnya tidak utuh.

Onee mengakui, masih ada organ tubuh suaminya yang belum ditemukan, dan masih dalam pencarian. Namun demikian, pihaknya bersama keluarga telah mengikhlaskan manakala tidak ditemukan.  “Kelihatannya belum lengkap. Tapi saya sudah ikhlas. Untuk organ lainnya biar menyatu dengan semestalah,” tegasnya.

Setelah jenazah diambil hari ini, selanjutnya akan disemayamkan di rumah duka Santa Elizabeth. Untuk prosesi pemakaman menggandeng Santa Maria dan Romo. Pemakaman akan dilakukan di TPU Salaman Mloyo, Semarang Barat, Kamis (22/9) besok.

“Pemakaman Kamis, jamnya menyusul, karena kita akan mengadakan misa dulu. Terus nanti pemakaman di Salaman Mloyo, Pamularsih, Semarang Barat,” jelasnya.

Baca juga:  Waduh, Ada Pedagang Nakal yang Jual Daging Busuk di Pasar Rejowinangun dan Kebonpolo

Onee Anggarawati mengapresiasi penanganan kasus suaminya oleh aparat kepolisian dan TNI, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang terus men-support pihaknya. Ia berharap, polisi segera menangkap pelakunya.

“Mereka sangat baik. Sangat berempati kepada kita. Saya tahu mereka (polisi), gak pernah tidur. Beberapa hari begadang, rapat-rapat untuk mengusut kasus ini, saya juga tahu. Kami berharap aparat kepolisian bisa segera menyelesaikan kasus ini. Supaya tidak ada Iwan-Iwan lain yang bernasib seperti suami saya,” harapnya.

Onee juga yakin, kasus ini bisa terselesaikan dan terungkap pelakunya dengan cepat. Ia berharap, para pelaku termasuk pihak yang terlibat menghabisi nyawa suaminya, segera menyerahkan diri.

“Harapan saya, tolong yang mungkin melihat, baik itu pelakunya, eksekutornya, ataupun yang membiayai, ataupun otaknya, tolong Anda itu merasa bersalah, tolong menyerahkan diri. Kalau nggak ya, saya percaya hukum alam, alam semesta, hukum karma itu pasti ada,” katanya.

“Kalian-kalian itu punya keturunan, dan saya yakin keturunan Anda pun akan menangis seperti saya dan anak-anak. Saya yakin, hukum alam, hukum semesta itu pasti ada. Hukum karma itu ada. Tuhan tidak sare (tidur),” imbuhnya.

Baca juga:  Kak Seto Desak PN Semarang Beri Putusan Maksimal untuk Terdakwa Pelecehan Seksual

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengaku telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait pengambilan jenazah Iwan Boedi. Untuk organ tubuh yang belum ditemukan, pihaknya masih melakukan pencarian.

“Kita masih berusaha untuk mendapatkan bagian-bagian tubuh yang belum ketemu. Namun atas permintaan keluarga, kita akan serahkan tanpa ada bagian yang belum ditemukan itu,” katanya.

Hingga kemarin, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait motif dan pelaku pembunuhan dan pembakaran Iwan Boedi. Penyelidikan telah mengerucut terhadap pelakunya. Namun, pihaknya belum bersedia membeberkan ciri-ciri dan identitas pelaku tersebut.

Seperti diketahui, Iwan Boedi PNS Bapenda Kota Semarang dinyatakan hilang sejak 24 Agustus 2022 atau sehari sebelum dirinya dijadwalkan memberikan keterangan di Polda Jateng terkait kasus dugaan korupsi di Pemkot Semarang. Pada 8 September 2022, ditemukan sesosok mayat hangus bersama sebuah motor di lahan kosong kawasan Marina, Kota Semarang. Saat ditemukan, bagian tubuh mayat itu tidak utuh.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya memastikan bahwa mayat hangus tersebut adalah Iwan Boedi, PNS Semarang, saksi korupsi. Polisi menyebut Iwan tewas diduga dibunuh lalu dibakar. Kasus dugaan pembunuhan ini masih dalam penyelidikan polisi. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya