alexametrics

Cabuli Anak Tiri, RD Divonis 16 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus predator seksual terhadap anak tiri akhirnya sampai pada babak akhir. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan hukuman tinggi pada terdakwa RD.

Ketua Majelis Hakim Imanuel Ari Budiharjo menyatakan terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah telah melakukan perbuatan pelecehan seksual berupa pencabulan.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 16 tahun, dan denda Rp 1 miliar dengan ketentuan jika tidak dibayar maka dihukum kurungan penjara selama 6 bulan,” ujar hakim Emanuel di Ruang Kusumah Atmaja, Rabu (6/7).

Putusan tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Semarang sesuai dakwaan subsidair. Terdakwa melanggar Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 2 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. UU No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga:  Kemenag Akan Selektif Merekrut Guru

Dalam pertimbangannya, Majelis hakim berpendapat terdakwa telah sengaja melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya. Sejak masih belia hingga 13 tahun. Hal ini diperkuat dengan fakta-fakta di persidangan seperti keterangan korban, saksi-saksi, dan barang bukti.

Hakim Emmanuel mengungkapkan, korban anak dicabuli dibeberapa tempat di antaranya di mobil, dapur, hingga kamar korban. Saat korban berusaha melakukan perlawanan, ia justru dibentak, dan diancam akan dipukul. “Korban berusaha menolak, tapi terdakwa tetap melakukan perbuatan itu,” ungkapnya.

Akibatnya, lanjut hakim, berdasarkan keterangan saksi ahli dan visum, korban mengalami sakit pada alat vital karena kekerasan benda tumpul, trauma dan takut.

Hakim juga mengungkapkan, selama persidangan terdakwa selalu mengelak dan tidak mengakui telah melakukan perbuatan bejat itu.

Baca juga:  Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Semarang Meningkat

Adapun pertimbangan meringankan karena terdakwa belum pernah dihukum dan telah dibebani denda sebesar Rp 1 miliar.

Dalam sidang terbuka untuk umum ini, terdakwa mengikuti secara online di Lapas Kedungpane. Sementara, dukungan pada kasus pelecehan seksual ini dihadiri oleh sejumlah aktivis perempuan dan anak Kota Semarang. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya