alexametrics

Sindikat Pencurian Kain Senilai Rp 1,1 Miliar Ditangkap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak tujuh tersangka pencurian kain tekstil diamankan anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Sindikat ini berhasil mencuri 550 bal kain tekstil senilai Rp 1,1 miliar dari truk wing boks.

Tujuh tersangka yang diamankan adalah Aladip Febri Ananto, warga Bekasi; Mochamad Holil, warga Cibitung, Bekasi; Malim Dewa, warga Cakung, Jakarta Timur; Adam, warga Jonggol, Kabupaten Bogor; Zulkarnaen, warga Cimanggis, Kabupaten Depok; Mauli Armadi, warga Bekasi, dan Fachrizal Akbar, warga Cibinong, Bogor.

“Tersangka utamanya Aladip sebagai driver, dan Holil sebagai kernet. Mereka melakukan pencurian kain 550 bal senilai Rp 1,1 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/6).

Dijelaskan, tersangka ditangkap di tempat berbeda. Holil ditangkap dalam pengejarannya sampai ke Jember, Jawa Timur. Aladip diamankan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Mauli diringkus di Cirebon. Sedangkan Adam dan Malim diamankan di Bekasi. Tersangka lainnya, Zulkarnaen ditangkap di Cibubur dan Fachrizal diamankan di Bogor.

Baca juga:  Prediksi Susunan Pemain Persis vs PSIS, Adu Gengsi Derby Jateng

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Aliatul Muawanah ke Polrestabes Semarang pada 16 April 2022 lalu. Sedangkan pemilik barang adalah Rudi Suharsono, warga Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kejadian bermula saat korban menghubungi pelapor untuk mengirimkan kain tekstil sebanyak 550 bal dari gudang CV Tiga Serampai Jaya di Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Utara dengan tujuan Jakarta Utara.

Setelah menerima orderan itu, pelapor lalu menyiapkan truk wing boks bernopol B-9887-EUW yang dikemudikan tersangka Aladip bersama kernetnya Halil. Setelah barang selesai dimuat pada pukul 15.30, keduanya berangkat. Diperkirakan pengiriman kain sampai tujuan pada 13 April 2022.

“Seharusnya dalam waktu 24 jam, truk wing boks sudah sampai Jakarta. Tapi, setelah dilakukan pengecekan, ternyata barang belum sampai tujuan. Belakangan diketahui, kiriman kain sudah dipindahkan ke kendaraan lain di daerah Kerawang,” bebernya.

Sementara itu, sopir dan kernet truk wing boks pengangkut kain tekstil tidak bisa dihubungi. Korban pun berinisiatif menghubungi pihak ekspedisi. Setelah dilakukan pelacakan, truk wing boks yang mengangkut kain tekstil tersebut terparkir di SPBU Karawang dalam kondisi kosong tanpa muatan. Selain itu, sopir dan kernetnya juga raib.

Baca juga:  Ditinggal Beli Kerudung, Motor Digasak Residivis

“Jadi, setelah barang dipindahkan ke kendaraan lain, truk wing boks itu ditinggal di TKP. Dari hasil pemeriksaan, niat tersangka memang membawa kabur barang tersebut,” jelasnya.

Kejadian tersebut dilaporkan ke kepolisian, dan langsung dilakukan serangkaian penyelidikan. Hingga akhirnya berhasil menangkap para tersangkanya. Saat ini, para tersangka dan barang bukti sudah diamankan polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Aladip dan Holil sebagai tersangka utama. Saat perjalanan ke Jakarta, Aladip menawarkan barang tersebut ke tersangka lainnya,” katanya.

Kapolrestabes membeberkan, tersangka Aladip dan Holil merupakan residivis. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Surakarta terkait penanganan kasus yang sama, melibatkan tersangka Aladip dan Holil.

“Aladip pernah melakukan aksi yang sama, yakni penggelapan satu truk obat-obatan. Dia juga terlibat kasus penggelapan satu truk rokok di wilayah Polda Jawa Timur,” bebernya.

Baca juga:  Dekati Istri Siri Orang, Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok

Sedangkan Holil merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor di Bekasi pada 2017. Ia diganjar hukuman  empat tahun penjara, dan baru menghirup udara bebas akhir Desember 2019. Sedangkan peran tersangka Dewa adalah menghilangkan GPS (Global Positioning System) yang dipasang di truk pengangkut kain tekstil tersebut.

“Tersangka Adam yang mencari pembeli 550 bal kain yang seharusnya dikirim ke Jakarta tersebut. Tersangka Zulkarnaen sebagai penadah, kemudian menjual ke pembeli terakhir, yakni tersangka Fachrizal Akbar. Aksi kejahatan ini dibantu Mauli Ardi, yang berperan sebagai penghubung,” jelasnya.

Penangkapan para tersangka diawali dari tersangka Holil pada Selasa (7/6). Kemudian mengarah ke penangkapan tersangka lainnya di berbagai wilayah, hingga pertengahan Juni 2022 lalu.

Atas perbuatannya, para pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. Para tersangka akan dijerat pasal 372, pasal 55 ayat 1 dan pasal 480 ayat 1 KUHP. (mha/aro) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya