alexametrics

Eksekusi Bangunan di Pecinan Semaraang Berlangsung Ricuh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Eksekusi pengosongan bangunan di Jalan Gang Tengah No 73 berlangsung ricuh. Pihak Yayasan Tunas Harum Harapan Kita (THHK) menolak untuk dieksekusi.

Puluhan anggota dan pengurus Yayasan THHK menghadang saat Pengadilan Negeri (PN) Semarang akan menjalankan putusan pada Rabu (22/6) jam 09.00. Giat ini berdasarkan penetapan perintah eksekusi ketua PN Semarang yang dibacakan Juru Sita Roni Rachman.

Dalam pelaksanaannya berlangsung alot. Terjadi perdebatan panjang mengenai kasus sengketa lahan oleh perkumpulan Thionghoa Siang Boe melawan Yayasan THHK ini. Berlangsung dramatis, teriak tangis pecah hingga terjadi aksi saling dorong.

Bahkan, kuasa hukum Yayasan THHK Nico Arief Budi Santoso hingga diusir dan didorong keluar karena ngeyel. Beberapa lansia baik lelaki maupun perempuan yang mengenakan seragam warna merah mencoba melawan dengan mendorong petugas.

Sementara dari pihak PN Semarang dan aparat tetap berusaha masuk ke gedung seluas 288 meter persegi tersebut. Di dalam gedung, anggota Yayasan yang didominasi lansia ini melakukan ibadah diiringi musik. Saat petugas berhasil menerobos masuk, ibadah ini tetap berjalan.

Baca juga:  Identitas Mayat Perempuan Terbungkus Sarung di Bawah Jembatan Tol Terungkap, Diduga Seorang Bidan

Mereka duduk di kursi putih, berjejer sambil melantunkan doa-doa. Namun, lambat laun ibadah itu berhenti karena alat-alat musik dan benda yang ada di dalam harus dikeluarkan.

Pihak Yayasan masih terus berupaya menghentikan eksekusi ini. Namun, perlawanan tak membuahkan hasil. Juru sita tetap mengambil barang-barang agar gedung tersebut kosong.

Adapun barang inventaris tersebut di antaranya, kipas angin, sound system, microphone, kursi, meja, papan, banner, figura, lemari, hingga AC yang terpasang pun di copot.

Seiring dengan dikeluarkannya barang-barang tersebut, perdebatan tetap berjalan. Juru Sita Roni Rachman kembali menegaskan jika pelaksanaan giat ini berdasarkan
penetapan perintah eksekusi ketua PN Semarang dalam mengabulkan permohonan yang diajukan oleh Perkumpulan Siang Boe. Hal ini berdasarkan putusan kasasi nomor 746K/PDT/2021 yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Baca juga:  Cabai Rawit Setan Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram

Dalam amar putusan, disebutkan salah satu pertimbangannya yakni usaha menyelesaikan secara musyawarah kekeluargaan dan penyerahan objek eksekusi secara sukarela tidak berhasil, maka permohonan eksekusi patut dikabulkan.

Perlawanan ini dilakukan karena pihak yayasan masih melakukan upaya hukum banding. Oleh karenanya meminta PN Semarang menghormati proses hukum. Kendati demikian, juru sita Roni menegaskan jika perlawanan (upaya hukum) terhadap putusan eksekusi pada dasarnya tidak menunda proses eksekusi.

“Kami mohon hormati putusan pengadilan, kami beri waktu 30 menit untuk mengosongkan sendiri bangunan ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan tetap bertahan. Nico bersama dengan ketua Yayasan THHK Edy Boentoro menunjukkan bukti-bukti berupa sertifikat, hingga berkas banding. “Ini kan masih banding. Artinya belum berkekuatan hukum tetap. Kenapa harus terburu-buru dieksekusi, biarkan banding selesai dulu,” pintanya.

Baca juga:  Kompak Pakai Baju Putih, Wali Kota Magelang dan Keluarga Nyoblos di TPS 10

Edy Boentoro menambahkan, gugatan ini merupakan salah pihak. Pasalnya, Edy selama ini tidak menguasai atau memliki gedung tersebut. Yang menguasai dan membayar pajak sejak tahun 1990 sampai sekarang adalah Sindu Dharmali.

“Jadi saya merasa tidak mendapat keadilan. Kami keberatan, kami sebagai rakyat kecil tahu-tahu ini dieksekusi. Ini sekonyong-konyong eksekusi mendadak,” tandasnya.

Oleh karena kesempatan tak diindahkan, juru sita kemudian melakukan eksekusi secara paksa hingga menimbulkan aksi debat dan saling dorong. Dalam eksekusi itu, hadir pula kuasa hukum pemohon yakni Perkumpulan Siang Boe, Jabidi dan Wagisan.

Setelah seluruh barang-barang dikeluarkan, kemudian di angkut dalam 4 truk besar. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya