alexametrics

Perampok yang Tusuk Karyawan Minimarket di Bergas Dibekuk, Tiga Masih Buron

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fajar Sidiq Ariawan, 23, diamankan anggota Ditreskrimum Polda Jateng dan Satreskrim Polres Semarang. Remaja warga warga Candisari Kota Semarang ini ditangkap terkait keterlibatan melakukan perampokan di minimarket Kabupaten Semarang. Saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lainnya.

Pelaku yang memiliki tato di lengan ini ditangkap tidak jauh dari sekitaran rumahnya, pada Sabtu (18/6). Sedangkan lokasi kejadian berada di minimarket, Kutan, Desa Randu Gunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (16/6) sekitar pukul 02.00.

Pengungkapan kasus ini setelah adanya pelaporan dari pihak korban, STY, yang merupakan penjaga minimarket tersebut. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kepolisian berhasil menangkap pelakunya.

“Ini masih ada pelaku yang masih kita kejar. Kami mengimbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri. Pada prinsipnya kami dilatih untuk mencari dan mengejar dimanapun dia bersembunyi,” ungkap Ditreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Raharjo Puro, Senin (20/6) kemarin.

Baca juga:  Polisi Bekuk Joki Vaksin Covid-19 di Semarang, Dibayar Rp500 ribu

Baca Juga: Lima Perampok Beraksi di Bergas, Karyawan Minimarket Diseret dan Ditusuk Empat Kali

Sementara, Kasatrekrim Polres Semarang, AKP Agil Widiyas Sampurna mengatakan kejadian ini bermula saat korban sedang sendirian di dalam tempat kerjanya. Tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk ke dalam minimarket dan langsung menodong korban menggunakan senjata tajam jenis pisau.

“Minimarket ini beroperasi 24 jam. Pelaku masuk langsung melakukan upaya kejahatan dan melukai korban. Ini salah satu pelaku yang langsung masuk dan melakukan aksi kejahatan,” jelasnya.

Korban yang tak berkutik kemudian diminta untuk menunjukan tempat penyimpanan uang. Kemudian korban juga diseret ke kamar kecil atau toilet dan dibekap oleh rekan-rekan pelaku.

Baca juga:  Warga Kelurahan Mugassari Sulap Selokan Kumuh Jadi Kolam Ikan

“Ada empat orang dia kendaraan dan saling berboncengan. Korban yang berontak sempat mengalami luka tusuk di tangan. Kerugian ada uang, rokok, handphone, dan beberapa barang lain yang ada di kasir. Total kerugian Rp 16 juta,” katanya.

Setelah berhasil membawa hasil kejahatan, kemudian para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Setelah mendapat laporan ini, kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku termasuk kendaraan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Kita mencurigai adanya seorang laki mengendarai Honda Vario putih yang dipakai untuk sarana melakukan aksi kejahatan. Akhirnya kita kejar dan berhasil mengamankan pelaku, termasuk sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Keterangan dari pelaku baru sekali ini,” terangnya.

Baca juga:  Taruna Politeknik Pelayaran Semarang yang Aniaya Juniornya hingga Tewas Terancam 12 Tahun Penjara

Sementara pelaku berdalih aksinya dilakukan secara dadakan. Menurutnya, ia dihampiri oleh rekannya kemudian di ajak jalan-jalan.

“Saya tidak tau, pulang kerja diajak jalan-jalan, terus tiba-tiba berhenti di situ. Saya dapat bagian Rp 2,5 juta,” katanya.

Sampai sekarang, pelaku masih mendekam di ruang tahanan dan dilakukan proses hukum selanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman penjara 12 tahun. (mha/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya