alexametrics

WNA Perancis Palsukan Dokumen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang menindak seorang warga negara asing (WNA) asal Perancis yang telah melakukan pelanggaran tindak pidana keimigrasian. Yakni diduga melakukan pemalsuan dokumen. Kini berkas perkara penyidikan telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang.

Kepala Kanim Semarang Guntur Sahat Hamonangan mengatakan, tersangka berinisial JED tersebut melanggar pasal 123 huruf a UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta.

“Kami akan menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan minggu depan,” ujarnya dalam pres rilis, Kamis (9/6).

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Alvian Bayu menambahkan, proses penegakan hukum terhadap tersangka JED berawal dari kecurigaan dokumen yang diajukan pada saat melakukan perpanjang izin tinggal. Dalam prosesnya, saat akan melakukan pengambilan foto geometri, dalam berkas yang diserahkan ditemukan kejanggalan.

Baca juga:  KSPI Minta Permenaker JHT Dicabut

“Untuk mendapatkan visa, dalam pengajuannya ada kejanggalan. Yakni tidak sinkronnya tanda tangan penjamin yakni istri. Ditemukan alat bukti terkait pengakuan dokumen yang secara otentik berbeda,” jelasnya.

Selain itu, dalam permohonan izin tinggal, yang bersangkutan tidak didampingi pasangan atau istri. Hal ini semakin menambah pihak imigrasi curiga terhadap JED.

Untuk mengetahui kebenarannya, lanjut Kasi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian (Intaltuskim) Purnomo menjelaskan, pihaknya kemudian melakukan penelusuran. Ia bersama tim mendatangi kediaman istri. Ternyata status perkawinannya sudah tidak berlaku. Mereka sudah tidak lagi satu rumah dan ada bukti berupa akta cerai.

“Tersangka diduga meniru tanda tangan atau memalsukan tanda tangan istri, sesuai dengan pasal 263 KUHP tentang membuat data palsu atau dipalsukan,” imbuhnya.

Baca juga:  Mobil Dirampok, Korban Dibuang ke Jurang Sigar Bencah

Kanim Guntur berharap masyarakat turut berperan serta dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) untuk dapat memberikan rasa aman agar interaksi dengan WNA bermanfaat untuk negara. “Jangan sampai disusupi pelaku asing dengan kegiatan tidak semestinya,” tegasnya. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya