alexametrics

Eksepsi Diterima, Kini Isnaini Dibebaskan

Artikel Lain

RADARSEMARAN.ID, Semarang – Eksepsi Isnaini Nur Fitriani terkait tuduhan kasus arisan online yang ditangani Polda Jateng, akhirnya dikabulkan. Kini Isnaini bisa bebas untuk menjalani Ramadan dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Perlu diketahui, tim kuasa hukum Isnaini dari John Richard Latuihamallo SH MH & Partners Law Office telah mengajukan eksepsi terkait tuduhan tersebut. Ini karena tim kuasa hukum menilai, kasus hukum yang menjerat Isnaini murni perkara perdata bukan pidana.

Sebelumnya, tim kuasa hukum juga telah mengajukan surat kepada Aspidum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng terkait kasus tersebut, ada asas konsensual yang menjerat Isnaini dan Resa Agatha Putri.

“Sebelumnya, klien ini awalnya menjadi peserta arisan online yang dikelola Resa Agatha Putri. Karena Resa kabur, klien kami otomatis menjadi korban. Tetapi dalam perkembangannya, klien kami diadukan oleh Brigitha yang juga menjadi korban,” kata Tim Kuasa Hukum dari John Richard Latuihamallo SH MH & Partners Law Office, Satria Yurista Graha Saputra, Minggu (24/4).

Baca juga:  Tak Miliki Hak Laporkan Pemilik Bangunan dan Tanah

Satria menjelaskan, sebelum perkara tersebut diajukan, pihak kuasa hukum sudah mengajukan sengketa perdata di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, dimana Isnaini menggugat Resa. Gugatan juga dilayangkan ke Brigitha yang juga menjadi reseller. “Kasus ini masih sengketa perdata di PN Semarang. Maka kami mengajukan eksepsi karena berkaitan dengan Prejudicieel Geschil,” tuturnya.

Satria menjelaskan, dalam sengketa itu, kasus Isnaini yang juga menjadi korban berkaitan dengan kepemilikan uang arisan yang telah disetorkan kepada Resa. Namun Resa kabur. Sesuai peraturan Mahkamah Agung nomor 4 tahun 1980  Prejudicieel Geschil harus mendahulukan kasus sebelumnya yang dilaporkan dan berkaitan dengan perdata.

“Kita sampaikan perkara perdata kami menang dan menyatakan Resa ini wanprestasi dan merupakan perkara perdata murni. Akhirnya pengajuan eksepsi ini dikabulkan. Pada 21 April lalu, Isnaini pun dibebaskan. ” jelasnya.

Baca juga:  Terpilih Tiga Nama Calon Rektor Unnes

Sementara itu, Musaadah tim kuasa hukum lainnya menjelaskan atas dikabulkannya eksepsi tersebut, otomatis menangguhkan pemeriksaan pidana nomor 39/Pidsus/2022 PN Ungaran, dan menunggu putusan Hakim Perdata yang menangani kasus sengketa memiliki kuataan hukum tetap atau inkracht.

“Karena masih dalam ada proses perdata yang harus diselesaikan dan melihat apakah perkara ini murni perdata atau pidana,” tambahnya.

Pihaknya bersyukur kliennya bisa dibebaskan. Apalagi sebentar lagi Isnaini akan merayakan Lebaran. Ke depan, tim kuasa hukum akan berupaya membuktikan kasus yang menjerat kliennya murni perkara perdata, bukan pidana.

“Karena disetorkan oleh Brigitha ke klien kami dalam arisan online, sudah disetorkan ke Resa dan tidak ada di klien kami. Klien kami juga salah satu korban,” tegasnya. (den/ida)

Baca juga:  Tak Terima Ditegur, Pemabuk Bacok Warga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya