alexametrics

Kronologi Driver Ojol Semarang Tertipu Undian Abal-Abal, Uang Rp 65 Juta Raib

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib sial menimpa Irwanuari Kiswanto, warga Kecamatan Genuk. Pria yang kesehariannya sebagai driver ojek online (ojol) di Kota Semarang ini, menjadi korban kejahatan dengan modus undian berhadiah abal-abal. Akibat kejadian ini, uang sebanyak Rp 65 juta di rekening bank miliknya raib dikuras orang tak dikenal.

“Iya, ini baru selesai mengurus surat-surat dari Polrestabes untuk pihak-pihak bank,” kata pria yang akrab disapa Irwan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (20/4) kemarin.

Peristiwa ini dialami korban Selasa (19/4). Kejadian bermula saat mendapatkan telepon dari orang tak dikenal sekitar pukul 11.44. Saat itu ia masih di atas kendaraan, sedang mengantarkan penumpang dari Menoreh, Sampangan Kecamatan Gajahmungkur, dengan tujuan sekitaran Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kecamatan Gunungpati.

Mendengar suara telepon tersebut, korban berhenti sejenak dan menerima panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Saat menerima panggilan telepon, penelpon tidak menyebutkan nama dan hanya mengaku dari salah satu perbankan.

“Dia mengatasnamakan diri dari Bank BRI dan menyebutkan nama saya mendapatkan hadiah. Saya tanya ada keperluan apa Pak. Ini saya menyampaikan hadiah. Karena di jalan, suara tidak jelas, saya sampaikan nanti saja ya pak, setelah saya mengantar orderan,” katanya.

Korban melanjutkan perjalanan mengantarkan penumpang sesuai tujuan yang ada di aplikasi. Setelah sampai tujuan dan menurunkan orderan, korban naik kendaraan hendak kembali mencari orderan di tempat semula, daerah Sampangan. Tiba-tiba, korban kembali mendapat telepon dari orang yang sebelumnya menelponnya. Tanpa pikir panjang, korban langsung menerima panggilan telepon tersebut pada pukul 12.01.

Baca juga:  Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Pasutri Gantung Ibu di Pohon Rambutan

“Itu masih di Unnes, terus saya berhenti, mlipir di tempat sepi. Selamat siang mas. Saya dari BRI mau menginformasikan, dapat hadiah bank BRI karena telah melakukan transaksi beberapa kali. Iya Pak, baik, gimana ada yang bisa saya bantu,” katanya menjawab dan menirukan obrolan penelpon.

Selanjutnya, keduanya mengobrol via whatsapp (WA). Pihak penelpon kembali meyakinkan korban sebagai pemenang undian dan mengirimkan link melalui pesan WA. Penelpon tak dikenal ini menyuruh korban membuka link tersebut melalui handphone.

“Dia ngasih link untuk melihat point hadiah saya. Di saat itu pikiran saya ngeblank. Pikiran kosong, tiba-tiba menurut apa yang dibicarakan orang tersebut. Di saat itu, di suruh buka link dan login. Saya mengikuti alurnya,” jelasnya.

Tanpa curiga, korban masih menuruti permintaan dari penelpon tersebut.

“Ini Bapak buka link yang saya kirim via WA. Nanti diisi sesuai e-banking bapak ya. Login masih gagal. Kemudian dia nanya, apakah bapak punya rekening lagi selain ini. Soalnya ini, menyambung chip jadi satu. Saya manut, saya bilang iya. Percaya saja, iya Pak ini ada BCA. Sebutkan nomor yang ada di kartu ATM. Iya,” benernya.

Korban juga tidak menyadari dan mengirimkan nomor OTP dan nomor kode ATM melalui pesan SMS atas permintaan penelepon. Setelah menyerahkan dua kode penting ATM, korban diminta menunggu hasil dari pemrosesan sekitar 20 menit dari penelepon.

Baca juga:  Sejumlah Proyek Pembangunan di Semarang Tertunda

“Setelah itu diproses. Katanya besok bisa diambil hadiahnya di bank terdekat. Ini saya proses dulu ya pak. Iya Pak. Saya percaya gak naruh curiga. Disuruh nunggu 20 menit, tiba-tiba telpon mati. Saya cek, nomor (handphone) saya sudah diblokir oleh orang itu tadi,” jelasnya.

Awalnya hanya rasa penasaran, kemudian berubah menjadi rasa curiga. Irwan juga berupaya mengubungi dan meyakinkan dengan mengirimkan pesan WA ke nomor penelpon tersebut untuk meyakinkan nomor handphonenya diblokir. Pesan yang dikirim Irwan ke nomor WA tersebut adalah “Udah bisa belum Pak”. Terjadi pukul 12.49. Namun tidak mendapat respon dan hanya ceklis satu.

“Setelah itu saya saya sadar dan punya firasat gak enak. Lalu saya naik motor ngebut nyari ATM untuk ngecek, ATM di BRI sama BCA, isinya sudah tidak ada semua. Kemudian saya ke bank BCA. Katanya baru saja ada transaksi. Terus saya langsung lemes,” katanya.

Merasa masih penasaran, korban juga sempat kembali mengirimkan pesan ke WA penelpon tersebut, pukul 15.26, “P”. Kemudian di menit sama juga kembali mengirim pesan dengan tulisan ” tlg kembalikan uang saya” dan diberi emote gambar menangis. Namun, pesan tersebut tak mendapat respon dan masih saja ceklist satu, sama dengan sebelumnya pada pukul 12.49.

“Nomor WA itu tidak tahu apakah nomor Indonesia apa bukan. (+1 (401) 777-7910). Yang nelpon suara cowok, logatnya Jawa agak ngapak kayaknya,” katanya.

Baca juga:  Wujudkan Masyarakat yang Waras, Wareg, dan Wasis

Atas kejadian ini, total uang milik korban yang raib mencapai Rp 65 juta. Irwan juga telah meyampaikan kejadian ini ke pihak perbankan. “Di bank BRI jumlahnya Rp 31.200 juta, yang diambil Rp 31 juta. Kemudian yang di BCA itu Rp 34 juta. Uang di BRI itu uang hasil pinjaman KUR tiga bulan yang lalu,” katanya.

Terlihat, pria ini tak kuasa menahan air matanya, mengingat kejadian yang dialaminya. Air matanya menetes. Sempat terdengar suara sesenggukan menangis sembari menceritakan kejadian ini. Baginya, jumlah uang tersebut sangatlah banyak.

“Saya kerja Ojol sejak tahun 2018. Uang yang di BCA itu hasil ngumpulin dari kerja serabutan sebelumnya juga, sejak tujuh tahun. Rencananya saya mau bangun rumah untuk keluarga kecil saya, setelah Lebaran. Sementara ini, saya masih tinggal di rumah orangtua,” katanya sembari sesenggukan.

Kejadian yang dialaminya ini telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang, dan laporannya telah diterima dengan Surat Keterangan Nomor : S/Ket/216/IV/2022/JATENG/RESTABES SMG. Irwan tak menyangka, awal telepon tersebut berujung kehilangan uang sampai puluhan juta hasil keringatnya. Pria yang telah membangun rumah tangga tiga tahun ini berharap pelaporan tersebut mendapat tindak lanjut yang maksimal.

“Harapan saya ya segera ditangani secara tuntas. Pihak bank juga menyampaikan akan menyampaikan ini ke pusat. Kalau menurut saya, ini gendam, hipnotis. Semoga uang saya bisa kembali,” harapnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya