alexametrics

Korupsi Dana Bantuaan Pengembangan, Eks Kepala SMK Pelayaran Divonis 3 Tahun Penjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus dugaan korupsi dana bantuan pengembangan SMK Pelayaran Wira Samudera Kota Semarang tahun 2016 sudah memasuki babak akhir. Perkara yang menyeret mantan kepala sekolah, Agus Joko Purwanto divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Vonis tersebut dibacakan Hakim Ketua Arkanu. Namun putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dihukum selama 5 tahun penjara. Tak hanya hukuman, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 150 juta. Jika tidak dibayarkan, diganti kurungan penjara selama tiga bulan.

Selain hukuman tersebut, hakim juga memerintahkan terdakwa untuk membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 48 juta.

Baca juga:  Bea Cukai Semarang Optimistis Raih Predikat WBK

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 UU 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Putusan tersebut berdasarkan pertimbangan hakim yang menilai perbuatan terdakwa terbukti telah melakukan korupsi. Dalam hal ini, Agus menyalahgunakan wewenang menggunakan dana bantuan untuk pengadaan bantuan pengembangan SMK.

Adapun pengadaan untuk pengembangan pendukung kemaritiman itu fiktif. Pembelian barang tidak sesuai dengan mekanisme yang semestinya. Terdakwa merekayasa dokumen pengadaan yang dilakukan oleh lima CV dalam proyek tersebut. “Terdakwa tidak melakukan lelang pengadaan melalui panitia lelang yang sudah dibentuk,” imbuhnya.

Pertimbangan yang memberatkan lainnya karena terdakwa telah merugikan keuangan negara. Selain itu, terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya. Menanggapi putusan ini, terdakwa masih pikir-pikir. Begitupun respon JPU juga masih pikir-pikir. (ifa/ida)

Baca juga:  Surati Presiden, Minta Bilik Asmara di Lapas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya