alexametrics

Fakta-Fakta Kasus Pencurian dan Pembunuhan Satpam Toko Kamera Focus Nusantara Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus perampokan disertai pembunuhan di Toko Focus Nusantara telah menemukan titik terang. Ternyata pelaku sudah merencanakan dan mengincar toko tersebut untuk menguras kamera. Pelaku berdalih, barang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pribadi dan pemotretan.

Berikut fakta-fakta kasus perampokan disertai pembunuhan yang dirangkum wartawan Jawa Pos Radar Semarang dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kamis (31/3).

  1. Sebelum kasus perampokan disertai pembunuhan terjadi Selasa (29/3/2022). Pelaku sudah merencanakan niat dan aksinya dengan cermat. Berangkat dari rumah, mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna merah bernopol AA 5781 XD. Bahkan membawa peralatan berupa las yang dikemas dalam tas ransel.
  2. Perampokan tersebut merenggut nyawa satpam Toko Focus Nusantara bernama Supriyono, 38, warga Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Korban mengalami luka hantaman baru di kepala bagian belakang, tusukan di dada, serta leher digorok pelaku menggunakan pisau.
  3. Tersangka Rismantoro, 24, mengaku sebagai seniman lukis. Di hadapan penyidik, pelaku mengakui sudah merencanakan aksinya. Pelaku sendirian mendatangi lokasi tersebut sekitar pukul 20.00. Kemudian berpura-pura menginap dan tiduran di lokasi bangunan tersebut. Namun diketahui oleh korban yang sedang bertugas jaga malam.  Jam 20.00 malam survei melihat situasi dan kondisi. Kemudian pukul 22.00 masuk sambil tidur-tiduran. Kemudian ditegur korban. Pelaku selesai melakukan aksinya sekitar pukul 04.00 sampai 05.00.
  4. Saat ditegur korban, pelaku dan identitas KTP sempat difoto korban. Kemudian dikirim ke grup WA untuk laporan kepada pihak perusahaan sekitar pukul 01.00. Selanjutnya, korban sudah tidak ada kabar lagi. Seharusnya kembali laporan ke grup WA pukul 03.00.
  5. Proses aksi pembunuhan, bermula saat korban diminta mengantar pelaku ke toilet yang lokasinya paling ujung samping kanan Toko Focus Nusantara. Di lokasi ini, korban dihajar dari belakang dengan cara menghantam kepala bagian belakang menggunakan batu. Batu tersebut sudah dipersiapkan korban dan disembunyikan di dalam tas. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, korban dipukul sebanyak tiga sampai empat kali. Kemudian korban pingsan, lalu tersangka mengambil peralatan berupa las dan mendekatkan motor ke TKP pencurian (toko).
  6. Pelaku berupaya masuk ke dalam toko dengan cara menjebol pintu rolling door. Namun tidak berhasil. Kemudian pelaku mencari cara lain, yaitu berusaha masuk ke dalam toko melalui pintu belakang dengan cara menjebol plafon. Sebelum mengelas, pelaku melihat kondisi korban yang tadinya tertelungkup menjadi telentang. Saat itulah tersangka menusuk tubuh korban beberapa kali dan menggorok leher korban. Seketika itu, korban meninggal. Pelaku pun leluasa melancarkan aksinya dan berhasil masuk ke dalam toko. Lalu mengambil sejumlah kamera dan lensa kamera.
  7. Barang-barang hasil curian menurut keterangan tersangka akan dipakai sendiri. Tersangka nekat mencuri karena tidak mampu membeli kamera, tetapi tahu banyak tentang kamera. Barang bukti sempat dipecah dan dititipkan di beberapa tempat. Sebagian hasil pencurian sudah dijual.
  8. Pelaku berhasil diamankan dalam kurun kurang lebih tiga jam pasca ditemukannya mayat korban yang tergeletak di teras Kita Steak sekitar pukul 06.00. Unit Resmob Subdit 3 Jatanras Polda Jateng sudah berhasil menangkap dan langsung membuktikan pelakunya. Pelaku diamankan tanpa perlawanan di rumah tinggalnya di Desa Karangsembung, Kabupaten Kebumen. (mha/ida)
Baca juga:  Mbah Tun Jalani Babak Baru Melawan Mafia Tanah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya